Ekonomi dan Bisnis

Maraknya Kecelakaan Kerja, DPR Minta Semua Proyek Jalan Dihentikan Sementara

Konstruksi tiang beton Light Rail Transit (LRT) yang roboh di Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (22/1).
Konstruksi tiang beton Light Rail Transit (LRT) yang roboh di Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (22/1). (Foto: Liputan6.com/Arya Manggala)

Jurnalindonesia.co.id – Pemerintah diminta untuk menghentikan sementara semua proyek infratstruktur, terutama proyek jalan layang.

Imbauan tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Golkar Hamka Baco Kadi menanggapi maraknya kecelakaan kerja yang terjadi di sejumlah proyek infrastruktur.

Hal tersebut, kata Hamka, tidak lain untuk menghindari lebih banyak lagi terjadinya kecelakaan kerja.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh sampai menemukan titik terang. Oleh karena itu, pembangunan jalan layang di seluruh Indonesia dihentikan dulu. Molor tidak apa-apa daripada makan korban,” kata Hamka di lokasi ambruknya tiang pancang Tol Becakayu, Selasa (20/2).

Hamka mengatakan salah satu hal yang akan dievaluasi adalah mengenai waktu pengerjaan proyek.

“Apakah lebih baik dikerjakan siang, karena malam membuat mengantuk. Kan sudah tujuh kali kecelakaan termasuk ini,” katanya.

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady.

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady.

Diketahui, insiden tiang pancang Tol Becakayu ambruk terjadi pada Selasa (20/2) dini hari tadi. Tujuh orang pekerja proyek mengalami luka.

Baca: Tiang Pancang Proyek Tol Becakayu Ambruk, 7 Pekerja Luka Parah

Sementara itu polisi menduga, insiden tersebut disebabkan oleh kelalaian dalam Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kalau terbukti ada indikasi kelalaian, dan ditemukan fakta ada SOP tidak dijalankan, dan ditemukan unsur cukup pidana akan diproses hukum,” kata Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Tony Surya Putra.

Menurut Yoyon, material cor bisa ambruk diduga karena besi penyangga cor tidak bisa menahan cor. Diduga pemasangan baut penyangga kurang kencang sehingga terlepas.

Baca juga: Insiden Becakayu, Waskita: Bukan Tiang Pancang, Tapi Bekisting Pier Head

Police line di lokasi tiang girder roboh.

Police line di lokasi kecelakan proyek tol Becakayu, Selasa (20/2/2018).

Adapun PT Waskita Karya Tbk selaku kontraktor proyek tol Becakayu saat ini masih melakukan investigasi insiden tersebut.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan aparat dan pihak berwajib untuk menangani masalah ini,” ujar Kepala Divisi III Waskita Karya Dono Parwoto, seperti dikutip Antara.

Dono menjelaskan, investigasi dilakukan guna mengumpulkan data dan informasi terkait peristiwa itu.

Menurut Dono, insiden terjadi pada pukul 03.00 WIB ketika dilakukan pengecoran “pier head” dengan kondisi beton masih basah dan bekisting merosot sehingga jatuh.

Baca juga: 10 Insiden Kecelakaan pada Proyek Infrastruktur, Ini Daftarnya

Loading...