Uncategorized

Mantan Menteri Agraria Kritik Pembagian Sertifikat Tanah oleh Jokowi

Jurnalindonesia.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini kerap melakukan pembagian sertifikat tanah secara langsung ke pemiliknya di berbagai daerah. Menanggapi hal tersebut, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, menyarankan sebaiknya semua yang berperan dalam pembuatan sertifikat tersebut juga diberitahukan ke publik, bukan hanya langsung ke Presiden saja.

Diketahui, pemerintah memiliki program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau sering dikenal dengan istilah presiden bagi-bagi sertifikat tanah gratis. Untuk program itu, Jokowi kerap membagi-bagikan sendiri sertifikat yang sudah jadi, bukan lagi pejabat di daerah seperti sebelumya.

Ferry Mursyidan Baldan.

Ferry Mursyidan Baldan. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

Ferry berpendapat, hal itu sah-sah saja. Namun sebaiknya rakyat tahu bahwa sebelum sertifikat itu diserahkan, ada beberapa tahapan dan orang-orang yang berperan penting hingga akhirnya sertifikat itu sampai di tangan presiden.

“Ya sah-sah saja, tapi ya biar nanti rakyat saja yang menilai. Memang bagusnya semua dilibatkan bahwa memang ada proses, ada peran dari kepala desa, camat, bupati atau walikota, Badan Pertanahan Nasional sendiri dan lain-lain tidak ujug-ujug dari presiden terus diserahkan. Penegasan bahwa ada proses itu penting,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang periode 2014-2016 itu di sela-sela Deklarasi Relawan Prabowo-Sandi Kedu Raya di Kebumen, Minggu (14/10/2018).

Ferry juga berharap pembagian sertifikat tanah gratis tersebut tidak dijadikan sebagai alat politik.

“Mudah-mudahan saja tidak. Yang perlu ditegaskan lagi masyarakat harus tahu bahwa semuanya ada proses,” ucap Ferry yang kini menjabat Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.