Nasional

Mahkamah Agung Sahkan Pembubaran HTI

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
Ilustrasi: ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai dengan tema “Syariah dan Khilafah Mewujudkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin” di depan patung kuda silang Monas Jakarta, sabtu (16/4/2016).

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan demikian, ormas itu sah sebagai organisasi terlarang.

Kasus berawal saat Menkumham membubarkan HTI pada 2017 dengan berdasarkan UU Ormas. HTI tidak terima dan menggugat ke PTUN Jakarta.

Pada 7 Mei 2018, PTUN Jakarta menolak gugatan HTI. Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jakarta pada September 2018. HTI tak terima dan mengajukan permohonan kasasi. Kasasi itu kemudian ditolak MA.

“Tolak kasasi,” demikian dilansir website MA, Jumat (15/2/2019).

Perkara nomor 27 K/TUN/2019 itu diadili oleh ketua majelis kasasi Supandi. Adapun anggota majelis adalah hakim agung Is Sudaryono dan HM Harry Djatmiko.

“Putus tanggal putusan 14 Februari 2019,” ujarnya seperti dilaporkan detik.com.

HTI dibubarkan karena dianggap mengembangkan ajaran untuk mengganti Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, bercita-cita mewujudkan negara khilafah.