Daerah, DKI Jakarta

Lurah Cilandak Barat Minta RT Kumpulkan Zakat Warga Minimal Rp 1 Juta

Surat edaran zakat dari Lurah Cilandak Barat
Surat edaran zakat dari Lurah Cilandak Barat. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Beredar viral sebuah surat edaran dengan kop surat Kelurahan Cilandak Barat. Surat yang dibuat pada 24 Mei itu berisi permintaan oleh pihak Kelurahan Cilandak Barat kepada seluruh RT se-Cilandak Barat untuk mengumpulkan dana Bazis Map Gerakan Ramadan kepada warga dengan angka minimal Rp 1 juta dan ancaman denda Rp 1 juta bagi yang menghilangkan map tersebut.

Dalam surat yang ditandatangi Lurah Cilandak Barat itu juga disebutkan, pihak kelurahan mengimbau agar pihak RT mengumpulkan dana dari masyarakat tersebut paling lambat 25 Juli 2018.

Dimintai konfirmasi, Lurah Cilandak Barat Agus Gunawan membenarkan surat edaran tersebut.

Agus menjelaskan, surat itu sudah diedarkan sejak Kamis (24/5/2018) ke 144 RT yang ada di Cilandak Barat.

“Jadi setiap tahun kita ada map, tapi itu diberikan kepada RT bukan kepada masyarakat,” kata Agus kepada Kompas.com, Sabtu (2/6/2018).

Agus menerangkan, surat edaran tersebut ditujukan agar pihak RT mengumpulkan zakat dari masyarakat. Zakat itu akan dikumpulkan dan disalurkan melalui Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (Bazis).

Permintaan itu untuk menindaklanjuti seruan Gubernur DKI Jakarta No. 07 Tahun 2018 tentang gerakan amal sosial Ramadhan Tahun 1439 H/2018 M.

Mengenai patokan zakat yang terkumpul minimal Rp 1 juta, Agus mengatakan hal tersebut ditujukan agar pihak RT lebih semangat untuk mengumpulkan zakat tersebut. Tidak akan ada sanksi bila zakat yang terkumpul kurang dari nominal tersebut.

Terkait denda Rp 1 juta jika map tersebut hilang, Agus mengatakan aturan itu dibuat oleh Bazis.

Surat edaran zakat dari Lurah Cilandak Barat

Surat edaran zakat dari Lurah Cilandak Barat. (Foto: istimewa)

Agus mengklaim, hal serupa juga pernah dilakukan pihaknya. Waktu itu, kata Agus, pihak RT tidak ada yang keberatan.

“Memang ada angkanya, supaya ada semangatnya. Kalaupun enggak tercapai enggak masalah. Namanya kan ajakan dan seruan itu bukan paksaan,” ujar Agus.

“Kalau dapatnya segitu (kurang), ya enggak masalah, kan cuma mengimbau saja. Kita tahu kondisi masyarakat, lingkungannya bagaimana, kami enggak sama ratakan. Kalau RT-nya bagus, ya malulah cuma segitu (kalau kurang), gitulah kira-kira,” ujar Agus.

Baca juga: Ormas Minta THR ke Pengusaha, Anies: yang Penting Tidak Melanggar Hukum

Sementara itu, Camat Cilandak Tomy Fudihartono juga membenarkan adanya penarikan dana oleh Lurah Cilandak Barat Agus Gunawan. Namun, kata dia, nominalnya tak harus Rp 1 juta sebagaimana yang tertulis dalam surat.

“Mungkin karena tata bahasanya saja sehingga yang menerjemahkannya orang berbeda-beda,” ujar Tomy kepada Medcom.id, Sabtu (2/6/2018).

Sebagaimana Agus, Tomy pun menyebut, pencantuman nominal Rp1 juta dimaksudkan untuk memotivasi ketua RT untuk mencari dana di wilayahnya. Sebab, kata dia, banyak ketua RT malas.

“Itukan hanya imbauan, kalau bisa, mencapai Rp1 juta. Kadang ada RT yang rajin, ada juga yang kurang rajin. Kadang-kadang ada RT yang dapat dua tiga orang sudah selesai,” jelas Tomy.

Menurut Tomy, map sumbangan yang diedarkan sengaja dibuat kolom banyak, hingga 60 kepala keluarga (KK). Mestinya, kata dia, dana yang terkumpul bisa lebih dari Rp 1 juta jika satu KK menyumbang minimal Rp 50 ribu.

Terkait denda Rp 1 juta bagi yang menghilangkan map, menurut Tomy, itu sebagai komitmen.

“Jadi biar ada komitmen awal, biar kalau RT menghilangkan map itu, berapa pun dia dapat uangnya dia harus ganti Rp 1 juta, kalau saya menerjemahkannya gitu,” ujar Tomy.

Baca juga: Gerindra: Tidak Ada Larangan Ormas Minta THR ke Pengusaha

Surat penarikan dana dari Lurah Cilandak Barat ke para RT itu menyebar luas di media sosial dan jadi perbincangan hangat. Berikut isi surat tersebut:

Menindaklanjuti seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 07 Tahun 2018 tentang Gerakan amal sosial Ramadan Tahun 1439 H/2018 M, dengan ini mohon kerja sama para Ketua RT se Kelurahan Cilandak Barat, untuk mengumpulkan Dana Bazis Map Gerakan Ramadan kepada warga.

Dana Bazis Map Gerakan Ramadan tersebut dapat dikembalikan ke kelurahan paling lambat 25 Juli 2018 dengan minimal Rp1 juta dan jika Map Gerakan Ramadan hilang maka dikenakan denda sebesar Rp1 juta.

Demikian edaran ini disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.

Lurah Cilandak Barat,

Agus Gunawan.

Loading...