Kriminal

Logo di Paspor pun ‘Digoreng’ Dikaitkan dengan Komunisme

Hoax soal paspor

Jurnalindonesia.co.id – Seolah tidak pernah kehabisan bahan untuk sebar hoax, kali ini yang ‘digoreng’ adalah logo di lembaran paspor Indonesia. Sejumlah akun Facebook menyebut logo dipaspor tersebut sebagai ‘bukti’ kebangkitan komunisme di Indonesia.

“Ternyata paspor (SPRI) yang semula berlogo lambang negara RI Burung Garuda telah diubah menjadi logo bintang. Kira-kira lambang negara mana itu ya?” demikian kalimat provokatif yang ditulis pemilik akun Facebook Amriabdi Bachtiar Putra Pilliang.

Hoax paspor

Akun Amriabdi Bachtiar Putra Pilliang menyebarkan hoax tentang paspor. (Screenshot Facebook)

Ada juga yang mengajak netizen agar menunda membuat paspor lantaran logo bintang tersebut.

“Paspor indonesia yg baru berhologram bintang. bukan garuda lagi. tunda dulu perpanjangan paspornya. gila nih rezim,” tulis akun Andi Wirawan.

Akun Andi Wirawan menyebarkan hoax tentang paspor. (Screenshot Facebook)

Menanggapi hal tersebut, Kabaghumas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Sampurno, memberi penjelasan.

Sesuai regulasi internasional, kata dia, paspor harus memiliki banyak fitur pengaman.

Di paspor Indonesia, fitur tersebut, antara lain, berhologram gambar komodo, IDN, NKRI, logo imigrasi, garuda, dan gambar bintang.

“Jadi, bukan hanya satu fitur pengaman. Sesuai standar International Civil Aviation Organization, fitur pengaman itu harus bervariasi,” ujar Agung, Kamis (25/1).

Agung justru mempertanyakan jika sekarang ada orang yang mempersoalkan tanda bintang pada paspor.

Sebab, tanda bintang tersebut sudah dipakai sejak 2014, dan tidak ada yang mempersoalkan tanda tersebut karena juga umum dipakai.

“Bintang itu simbol sila pertama Pancasila,” ujar dia.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno.

Agung menduga orang yang mempersoalkan tanda bintang punya motif lain. Sebab, setelah ditelusuri, tanda bintang dikait-kaitkan dengan PKI. Padahal, Dirjen Imigrasi sama sekali tidak punya niat semacam itu.

“Ini sebenarnya bisa kami tuntut karena menyebar provokasi,” tegas pria kelahiran Malang itu.

Fakta

Tanda bintang pada paspor merupakan salah satu fitur pengaman. Tanda tersebut sudah digunakan sejak 2014 lalu.