Kriminal

Lewat Telepon Rizieq Bicara Soal Penganiayaan Tokoh Agama hingga PK Ahok

Rizieq shihab dan fadli zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon bersantap malam dengan Rizieq Syihab di sela-sela kunjungan ke Mekah meninjau persiapan haji Indonesia, Jakarta, Selasa (22/8/2017). (Foto Dok. Twitter @fadlizon)

Jurnalindonesia.co.id – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab tidak hanya bicara soal pembatalan rencana kepulangannya ke Indonesia. Dia juga menyinggung sejumlah isu yang terjadi di Tanah Air belakangan ini.

Mulai dari kasus penganiayaan tokoh agama, kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Viktor Laiskodat dan Ade Armando, hingga upaya peninjauan kembali kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal-hal semacam itulah yang membuatnya ingin kembali ke Indonesia.

“Terus terang saya ingin pulang karena hati ini amat sakit dan teriris tatkala saksikan bahwa sejak saya hijrah situasi negeri semakin kacau balau,” kata Rizieq melalui rekaman telepon yang diperdengarkan di Masjdi Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (21/2).

Situasi yang kacau ini, menurut Rizieq, ditandai dengan kian bertambahnya rakyat miskin di Indonesia, korupsi yang semakin merajalela, serta tindakan persekusi dan kriminalisasi terhadap tokoh agama.

“Persekusi dan kriminalisasi ulama serta Islam saat ini masih berlangsung, sementara kasus para penista agama tak juga diperiksa,” kata dia.

Baca juga: Kapan Rizieq Pulang? Pendiri Presidium Alumni 212: Tanya ke Anies, Dia yang Paling Sering Berkomunikasi

Keinginan pulang ke Indonesia itu pun diakui Rizieq semakin besar ketika mendengar kabar upaya Ahok mengajukan peninjauan kembali (PK) atas kasus hukum yang menjeratnya.

Rizieq menyebut tak sepantasnya Ahok mengajukan PK atas kasus penistaan agama yang telah membuatnya dipenjara hingga dua tahun.

“Apalagi ada upaya untuk pembebasan Ahok melalui peninjauan kembali di Mahkamah Agung,” ujar Rizieq.

Ia berharap, MK menolak pengajuan PK itu. Sebab, kata Rizieq, aturan MA jelas mengatur bahwa kasus yang tidak melalui banding dan kasasi tidak bisa mengajukan PK.

“Ingat Ahok tidak pernah banding maupun kasasi sehingga PK-nya di MA wajib ditolak demi tegaknya hukum,” kata Rizieq.

Baca: Diam-diam Ahok Ajukan PK Ke MA, Ini Buktinya

Selanjutnya, Rizieq menyinggung soal kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Viktor Laiskodat dan Ade Armando.

Rizieq mempertanyakan mengapa kasus tersebut mandek. Bahkan kasus di mana Ade Armando dilaporkan dihentikan penyidikannya.

Rizieq batal pulang hari ini meski panitia penyambutan sudah dibentuk. Rizieq juga mengaku sudah membeli tiket pesawat untuk pulang.

Ia mengaku menerima masukan dari sejumlah tokoh, termasuk gurunya di Arab Saudi yang melarangnya kembali ke Indonesia. Setelah salat istikharah, Rizieq memutuskan menunda kepulangannya.

Ia akan mengumumkan sendiri kepulangannya melalui media sosial dan meminta maaf pada para pendukung yang sudah siap menyambutnya hari ini.

Baca juga: Batal Pulang, Rizieq Sebut Ada Kelompok Pecundang yang Punya Rencana Jahat