Politik, Uncategorized

La Nyalla Akui Dirinya Sebar Isu Jokowi PKI, Kristen dan China

La Nyalla Mahmud Matalitti.

Jurnalindonesia.co.id – Politikus Partai Bulan Bintang (PBB), La Nyalla Mahmud Mattalitti mengaku dirinya sempat menyebarkan fitnah bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), pemeluk agama Kristen, maupun keturunan China.

La Nyalla menyampaikan hal itu, karena ia mengaku risau terhadap isu-isu miring yang diarahkan kepada Jokowi pada Pilpres 2019 kali ini.

“Pertama kali saya begitu mau mendukung Pak Jokowi. Saya datang ke beliau, saya minta maaf, bahwa saya yang isukan pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah pak Jokowi Kristen, China,” kata La Nyalla di kediaman Ma’ruf Amin, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).

Baca Juga: Lagi, Kivlan Zen Tuding 3 Partai Pendukung Jokowi Gandeng Komunis China
La NYalla saat ini diketahui telah mendukung paslon nomor urut 01 dalam Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf Amin. Dalam dunia politik, karier La Nyalla bersama Gerindra padam setelah ia mundur pascagagal mencalonkan diri dalam Pilgub Jatim 2018. Kala itu, La Nyalla pun ikut meributkan soal mahar untuk menjadi cagub jagoan Gerindra di Jatim.

La Nyalla pun menyesal telah menghembuskan berbagai isu negatif lainnya tentang Jokowi saat Pilpres 2014 lalu. Ia juga mengaku menjadi salah satu pihak yang ikut menyebarkan Obor Rakyat di wilayah Jawa Timur dan Madura, media propaganda yang merugikan Jokowi.

Tabloid Obor Rakyat sendiri terbit pertama kali pada Mei 2014 dengan judul ‘Capres Boneka’ dengan cover utama karikatur Jokowi sedang mencium tangan Megawati Soekarnoputri. Majalah itu pula yang menyebut Jokowi sebagai keturunan Tionghoa dan kaki tangan asing.

Meski demikian, Mantan politikus Gerindra itu mengaku telah meminta maaf langsung kepada Jokowi beberapa waktu lalu dan bersedia untuk mendukungnya di Pilpres.

“Akhirnya saya datang ke beliau, saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah Pak Jokowi kristen, cina. Saya yang sebarkan obor di Jawa Timur, Madura. Akhirnya saya datang ke beliau dan sampaikan, saya mau minta maaf tiga kali. Alhamdullilah dimaafkan, ya sudah. Kalau sudah berani seperti itu, berarti, yang saya tahu tidak betul Pak Jokowi anti-Islam,” kata mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Tak hanya itu, La Nyalla mengatakan dirinya kini mengenal Jokowi sebagai seseorang muslim yang taat beribadah dalam kesehariannya. Ia pun mengklarifikasi dengan tegas bahwa Jokowi bukanlah seorang PKI ataupun Kristen seperti yang ia tuduhkan dulu.

“Karena saya bukan oposisi, waktu itu wajar saya bilang gitu karena oposisi. Oposisi kan apa aja dihajar lawannya, karena sekarang saya bukan oposisi, saya harus tobat,” kata dia.

La Nyalla juga turut membantu Jokowi membersihkan namanya dari isu anak PKI.

Baca Juga: Dituding Anti NKRI, Rizieq: Pemerintah Ini Gagal Paham Melulu
“Saya sudah keliling, kita sudah keliling, dengan saya memviralkan bahwa Pak Jokowi bukan PKI, saya yang minta maaf, bahwa saya yang sebarkan isu PKI itu, saya yang ngomong Pak Jokowi PKI, Pak Jokowi kristen agamanya nggak jelas, saya sudah minta maaf,” tuturnya.

Ketum Pemuda Pancasila Jatim ini juga telah mendirikan rumah pemenangan Jokowi-Ma’rufdi Jatim.

“Yang jelas tidak akan banyak omong dalam kerja saya. Silakan anda tanya di Jawa Timur. Kita sudah punya yang namanya rumah rakyat Jokowi itu di kantor saya. Kerjanya mereka itu sudah door to door. Kita tidak banyak omong,” kata La Nyalla.

“Kita turun ke daerah, door to door, kita merangkul pemain sepak bola, suporter itu semua barisan sama kita. Pokoknya Anda tahu Pak Jokowi menang di Jawa Timur. Kalau dulu menangnya hanya 800 ribu kalau sekarang lebih jauh lagi. Targetnya saya Pak Jokowi harus menang 70% di atas, ” imbuh La Nyalla.

La Nyalla mengaku heran apabila banyak orang yang masih percaya terhadap isu Jokowi merupakan PKI dan keturunan Cina. Ia menyebutnya dengan istilah gelap mata.

“Ya silakan, kalau orang percaya itu saya anggap orang bodoh aja, saya anggap dia pertama dia masih cinta pada calonnya dia, kan kalau kita sudah gelap mata ya sudah ditutup (matanya),” kata La Nyalla.