Politik

Kudeta Ketua MKD, Sibuknya DPR Memikirkan Kekuasaan Sendiri

Perseteruan Fahri Hamzah dengan elite Partai Keadilan Sejahtera memasuki babak baru. Gugatan Fahri Hamzah terhadap 3 elite PKS yang memecatnya berakibat pada hilangnya kursi Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR yang awalnya milik partai itu.

Pada bulan Mei 2016 lalu, Fahri yang dipecat dari semua jenjang kepartaian itu melawan lewat MKD. Sebelumnya, Fahri juga sudah menggugat pemecatannya ke meja hijau.

Di MKD, Fahri mengadukan Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid, serta Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat karena dianggap melanggar UU Parpol. Pimpinan DPR, termasuk Fahri Hamzah yang masih kokoh di posisinya sebagai Wakil Ketua, meneruskan gugatan itu ke MKD untuk diproses.

[otw_shortcode_button href=”http://jurnalpolitik.com/2016/07/28/kudeta-ketua-mkd-sibuknya-dpr-memikirkan-kekuasaan-sendiri/” size=”large” icon_position=”left” shape=”square” target=”_blank”]BACA SELENGKAPNYA[/otw_shortcode_button]

Loading...