Uncategorized

KPK OTT Bupati Pakpak Bharat

Jurnalindonesia.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini Remigo Yolando Berutu, Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut), terciduk oleh lembaga antirasuah itu atas dugaan korupsi pada transaksi terkait proyek dinas PU di Pakpak Bharat.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. Penangkapan juga dilakukan terhadap kepala dinas setempat, PNS dan pihak swasta. Adapun dua orang diamankan di Jakarta dan empat orang di Medan.

Baca Juga: OTT Bupati Cirebon, KPK: Diduga Terkait Jual-Beli Jabatan

“Pihak yang diamankan di Jakarta sudah berada di kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan empat orang yang diamankan di Medan mulai pukul 24.00 WIB sampai dengan Pukul 03.00 WIB dinihari, termasuk Kepala Daerah (Bupati) akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta melalui penerbangan pukul 11.00 WIB ini,” ujar Agus melalui keterangan tertulis, Minggu (18/11).

Wakil Ketua KPK Basariah Panjaitan menambahkan, transaksi itu diduga telah terjadi lebih dari sekali dengan jumlah ratusan juta. Saat penangkapan pun KPK telah menyita sejumlah uang yang akan digunakan sebagai barang bukti.

“Diduga penerimaan telah terjadi beberapa kali, dengan nilai ratusan juta. Sebagian dari uang tersebut diamankan tim dan akan dibawa ke Jakarta,” tutur Basariah.

Baca Juga: Demokrat Tidak Terima Status OTT atas Kadernya

Selanjutnya, Basariah mengatakan KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status tersebut. KPK pun akan melakukan konferensi pers terkait penangkapan tersebut.

“Sesuai KUHAP, KPK diberikan waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak yang diamankan,” ucapnya.

Bupati Pakpak Bharat itu merupakan kader Partai Demokrat. Saat maju di Pilkada 2015 lalu, Remigo diusung 8 partai.