Daerah, Ekonomi dan Bisnis, Papua Barat

Kondisi Ekonomi Menurun, Omzet Pedagang Pernak-pernik Natal Anjlok dari Rp 50 juta jadi Rp 10 juta

pernak pernik natal
Penjual pernak-pernik Natal di Pasar Hamadi, Jayapura (Foto: Tabloid Jubi/Ramah)

Para penjual pernak-pernik Natal di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mengaku mengalami penurunan drastis omzet penjualan tahun ini dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Arman, salah seorang pedagang pernak-pernik Natal di pasar Lama Timika, Sabtu (23/12), mengaku omzet perharinya hanya mencapai Rp 10-Rp 15 juta saja. Padahal, di tahun 2016 lalu, omzet per harinya bisa mencapai Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

Hal ini, Menurut dia, dipengaruhi oleh situasi ekonomi di Kabupaten Mimika yang menurun akibat sejumla faktor seperti PHK ribuan karyawan PT Freeport Indonesia, privatisasi dan kontraktor pada pertengahan 2017.

“Kita biasanya sudah mulai menjual pernak-pernik pada awal November setiap tahunnya. Kalau 2016 kita melayani banyak pembeli dari pagi sampai malam. Kalau untuk sekarang memang kebanyakan pembeli itu pada malam hari saja, pagi dan siang agak sepi,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (23/12).

Untuk harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung jenis barang mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 3 juta.

Sementara itu barang-barang yang paling diminati pembeli adalah hiasan-hiasan pada pohon Natal seperti bola, lampu dan lainnya.

Pria yang telah memulai bisnis jual pernak-pernik sejak 17 tahun lalu mengaku terbiasa dengan situasi tersebut dan selalu bersyukur karena setiap harinya masih ada pembeli yang berkunjung ke tokonya.

Sementara itu barang-barang yang dijual tersebut diimpor dari China.

Jika telah melewati perayaan Natal biasanya dia kembali menjual barang lain seperti helm, karpet dan berbagai barang kebutuhan lain.

Penurunan omzet per hari penjual pernak-pernik Natal juga dirasakan pedagang lain.

Udin, pedagang yang menjajakan pernak-pernik Natal di dekat terminal taksi SP3, Timika juga mengatakan bahwa tahun ini dia hanya mampu mendapat Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per hari saja.

Dibandingkan pada 2016, Udin mengakui bahwa ia bisa mencapai omzet per hari sebesar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta hanya berjualan lampu hias dan pernak-pernik lain seperti gambar-gambar bertemakan Natal.