Teknologi

Kominfo Layangkan SP II ke Facebook Indonesia

Kantor Facebook Indonesia
Kantor Facebook Indonesia. (Foto: techinasia.com)

Jurnalindonesia.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mengeluarkan surat peringatan (SP) tertulis kepada Facebook terkait penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh pihak ketiga. Ini adalah surat peringatan tertulis kedua dari pemerintah Indonesia untuk perusahaan media sosial terbesar sejagat itu.

Dalam SP II yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan ini tercantum peringatan kembali kepada Facebook Indonesia untuk segera memberikan konfirmasi dan penjelasan soal penyalahgunaan data pribadi pengguna.

Sebelumnya, pada 5 April 2018 lalu, Kominfo telah memberikan SP I yang berisi permemintaan agar Facebook memberikan jaminan perlindungan data pribadi, memberikan hasil rencana audit aplikasi dan fitur yang dikembangkan oleh mitra dan menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berhubungan dengan Kasus Cambrigde Anaytica.

Pemerintah hingga saat ini telah menerima dua surat jawaban resmi dari Facebook atas tiga surat yang telah dikirimkan Kementerian Kominfo. Namun, Kominfo menilai penjelasan dari pihak Facebook masih kurang memadai dan belum meyertakan data yang diminta oleh Pemerintah Indonesia, sehingga langkah dan tahapan pematuhan terhadap legislasi dan regulasi dilakukan dalam melindungi hak-hak masyarakat.

Baca: Data 1 Juta Pengguna Facebook Indonesia Dicuri, Ini Kata Menkominfo

Sebagaimana diketahui, kebocoran data pengguna Facebook ini berasal dari pihak ketiga yang berjalan di dalam platform Facebook, yakni Cambridge Analytica. Setidaknya ada 87 juta pengguna yang disalahgunakan, satu juta diantaranya berasal dari Indonesia.

Kominfo meminta Facebook memastikan jaminan perlindungan data pribadi sesuai dengan Peraturan Menteri dan Informatika nomor 20 tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam sistem Elektronik.

“Facebook sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memiliki kewajiban memenuhi standar yang dimuat dalam Peraturan Menteri Kominfo tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi,” kata Kominfo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/4/2018).

Baca: Terkait Kebocoran Data, Kominfo Tak Segan Blokir Layanan Facebook

Berkaitan dengan aplikasi atau fitur yang dikembangkan oleh pihak ketiga, Kominfo juga meminta Facebook untuk segera memberikan hasil audit atas aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook.

“Laporan tertulis hasil audit dibutuhkan untuk menakar dan mengukur potensi permasalahan yang timbul akibat aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook, termasuk bagaimana penggunaan data pribadi yang diambil oleh mitra Facebook,” tuturnya.

Kominfo menemukan informasi tambahan perusahaan yang modusnya diduga mirip Cambridge Analytica, seperti CubeYou dan AgregateIQ. Aplikasi dalam bentuk kuis dan personality test tersebut berpotensi digunakan untuk penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook.

“Oleh karena itu, Kominfo mendesak Facebook menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berkaitan dengan potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook Indonesia,” kata ujar Kominfo.