Kriminal

Kasus Pembunuhan Dufi, Ekonomi Jadi Motif Utama

Jurnalindonesia.co.id – Masyarakat Klapanunggal, Kabupaten Bogor sempat heboh dengan penemuan mayat dalam drum. Mayat tersebut diketahui bernama Abdullah Fitri Setiawan atau kerap disapa Dufi. Investigasi kemudian menyatakan pasutri Nurhadi-Sari sebagai tersangka pembunuh mayat dalam drum di Bogor.

Nurhadi, seperti diwartakan Detik.com pada Sabtu (1/12/2018), mengatakan motif ekonomi sebagai dorongan utama melakukan pembunuhan. Nurhadi menginginkan mobil korban untuk membayar hutang. Sari ikut terlibat dalam pembunuhan mantan wartawan tersebut.

“Ekonomi, atau disebut instrumental hingga kini masih menjadi motif yang mendominasi tindakan kriminal. Pelaku mengingkan barang berharga atau harta kekayaan milik korban,” ujar psikolog forensik Reza Indragizi, Jumat (30/11/2018).

Baca Juga: Klarifikasi Lengkap tvMu Terkait Profesi Dufi, Pria yang Tewas dalam Drum

Menurutnya, tindak kriminal secara teori bisa dicegah termasuk yang bermotif instrumental. Namun hal ini sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pelaku pada umumnya akan merasa sangat terdesak, dan membuatnya harus merampas harta milik sang korban.

Sebagai manusia biasa, pelaku umumnya merasa bersalah dengan tindakannya yang berakibat buruk bagi orang di sekitar korban. Menyikapi hal ini, penegak hukum jangan sampai bersimpati pada pelaku. Terdakwa kasus kriminal tetap harus menerima sanksi sesuai hukum dan aturan yang berlaku, meski telah dilakukan proses secara kekeluargaan oleh kedua pihak.

Sebelumnya, Dufi ditemukan meninggal di dalam sebuah drum yang berada di Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Bogor. Mayat Dufi pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang pemulung Santi yang tengah mengais sampah di sekitar lokasi.

“Awalnya dikira sampah kan, saya buka itu lakban yang nutupin tong itu, memang saya yang buka lakbannya. Pas saya buka ada kaki orang, langsung saya lari kasih tahu orang-orang sini,” kata Santi kepada wartawan, Minggu (18/11/2018).

Loading...