Kriminal

Kapolsek Gadungan Ini juga Ternyata Pernah Tipu Istri Setya Novanto

Jurnalindonesia.co.id – Dua pria yang bernaKamarudin (45) dan Agus Erwin (40) yang diciduk Polsek Pesanggrahan lantaran menipu dengan pura-pura jadi anggota Polri sudah pernah 5 beraksi sebelumnya. Salah satu korbannya yaitu Deisti Astriani Tagor, istri mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Mereka pernah pura-pura jadi Dokter di Rumah Sakit Permata Hijau kala Novanto juga pernah pura-pura sakit usai mengalami kecelakaan saat diburu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sekitar bulan April 2018 di sebuah rumah sakit Medika Permata Hijau Jakarta Selatan korbannya adalah istri dari bapak Setya Novanto,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat konferensi pers di Mapolda Jaksel, Jumat (30/11/2018).

Kapolsek Pesanggarahan, Komisaris Polisi Maulana J Karepesina mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman soal pengakuan Kamarudin ini.

Baca Juga: Polisi Gadungan Ketahuan Gara-gara Pakai Pangkat Terbalik

Pihaknya tengah mendalami apa yang dijanjikan Kamarudin pada istri Novanto saat itu. Namun, dalam aksinya itu, Kamarudin berhasil mendapat Rp 45 juta dari menipu istri Setya Novanto tersebut.

“Menurut pengakuan pelaku Kamarudin, yang bersangkutan pernah mengaku sebagai dokter RS Permata Hijau dan meminta uang sebesar Rp45 juta dari istri mantan ketua DPR Setya Novanto. Kemudian, uang tersebut ditransfer oleh korban,” ujarnya.

Tersangka Kamarudin mengaku dia mendapat uang Rp 45 juta dari menipu istri Setya Novanto. Dia menipu dengan menelepon istri Setya Novanto.

“Jadi saya telpon pihak rumah sakit, saya cari tahu nomer istri Setnov. Habis dapet nomernya, langsung saya telepon istri Setnov untuk meminta DP biaya perawatan Setnov,” kata Kamarudin yang dihadirkan dalam konferensi pers.

Mengaku sebagai Kapolsek Pesanggrahan merupakan aksi terakhir Kamarudin sebelum tertangkap. Dia memeras orang tua yang anaknya terlibat tawuran dengan menjanjikan bisa membebaskan tersangka. Kamarudin juga melalui telepon dalam penipuan itu.

“Kalau yang di Pesanggrahan, saya browsing, Pak, saya cari dulu nomer telepon sekolahnya terus saya cari tahu nomor telpon korban,” tuturnya.

Baca Juga: Hercules Ditangkap Polres Jakarta Barat Terkait Premanisme

Dalam aksi-aksi mereka, Kamarudin berperan sebagai penelepon korban. Sementara Agus Erwin bertugas mencairkan uang hasil menipu itu.

“Saya yang ngeluarin uang pak, pencairan uang,” kata Agus.

Uang hasil menipu itu ditampung di ATM yang berbeda-beda. Agus mengaku mendapat 15 persen dari hasil menipu.

Kamarudin dan Agus Erwin ditangkap pada Selasa (27/11) kemarin. Agus ditangkap di Koja, Jakarta Utara, sementara Kamarudin di Bogor.

Sebelumnya diberitakan, Kamarudin terancam kembali dipenjara lantaran diduga melakukan penipuan dengan pura-pura jadi anggota Polri. Residivis kasus penipuan itu diciduk aparat Polsek Pesanggrahan, Selasa, 27 November 2018.

Pada aksinya kali ini, Kamarudin pura-pura jadi Kapolsek Pesanggrahan. Dia melakukan aksi itu karena baru saja melihat berita bahwa Polsek Pesanggrahan telah mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

Dia pun memanfaatkan kasus itu, dengan pura-pura akan membebaskan saksi yang diperiksa di Markas Polsek Pesanggarahan dan tak akan membuat saksi itu jadi tersangka dalam kasus itu, asal mau membayar sejumlah uang kepadanya.

Loading...