Ekonomi dan Bisnis

Jokowi Naikkan Gaji PNS 5 Persen, Mardani Ali Sera Curiga Terkait Pilpres 2019

Mardani Ali Sera dan Sandiaga uno
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera bersama bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera curiga rencana pemerintah menaikkan gaji aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) pada 2019 erat kaitannya dengan Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Ajukan naik 5 persen pada 2019 bisa dinilai sebagai usaha menaikkan insentif elektoral bagi petahana,” kata Mardani kepada Kompas.com, Kamis (16/8/2018).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini berharap masyarakat dan para PNS yang merasakan dampak kenaikan gaji itu tidak terpengaruh dengan manuver yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Baca: Prabowo-Sandi Kritik Rencana Kenaikan Gaji PNS

Mardani pun optimis, mereka tetap akan memilih pasangan calon presiden dan calon wapres pada Pilpres 2019 secara obyektif.

“Saya yakin masyarakat dan ASN akan cerdas untuk menilai bahwa tidak ada kaitan antara pilihan masyarakat dengan kenaikan gaji ini,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah berencana menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok bagi para aparatur negara pada tahun 2019 mendatang. Rencana itu bakal dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

“Pada 2019, pemerintah akan menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok bagi aparatur negara serta pensiunan sebesar rata-rata 5 persen,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Paripurna RAPBN 2019 di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Rencana tersebut dicanangkan pemerintah guna untuk melanjutkan tren positif yang terjadi pada birokrasi selama 2018.

Baca: Sri Mulyani Tepis Tudingan Kenaikan Gaji PNS Bermuatan Politis

Loading...