Daerah, Ekonomi dan Bisnis, Papua Barat

Jokowi ke Jonan: 2018 Seluruh Desa Papua Harus Sudah Terang Benderang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato kepada para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. (Foto: TEMPO/Cunding Levi)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan seluruh wilayah desa di Papua dan Papua Barat bisa menikmati keberadaan listrik pada 2018. Hal tersebut dia sampaikan saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire dan Jayapura, Rabu (20/12/2017).

Jokowi mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih ada sekitar 3.000 desa di Indonesia yang gelap gulita tidak dialiri listrik.

Dari jumlah itu, sebanyak 2.000 desa di antaranya berada di Indonesia bagian timur, yakni Papua.

“Paling banyak (desa yang tidak dialiri listrik), di tanah Papua,” kata Presiden saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTGM) Nabire 20 megawatt, Rabu (20/12/2017).

Presiden pun sudah menginstruksikan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Direktur PLN Sofyan Basyir untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Tadi Pak Menteri sudah menynggupi tahun depan. Bukan saya, Pak Menteri loh ya, tahun depan menyanggupi, tahun depan di desa di tanah Papua kurang lebih 2000 akan teraliri listrik,” imbuh Jokowi.

Jokowi menjelaskan, listrik yang akan menerangi desa-desa tersebut merupakan kerja sama antara PLN dan Kementerian ESDM. Masyarakat yang daerahnya belum teraliri listrik PLN akan diberikan lampu listrik berbahan solar cell atau tenaga surya bantuan dari ESDM.

“Ya, tadi diduetkan PLN dengan cara-cara tadi, memasang tiang menarik transmisinya masuk ke desa. Tapi kalau lewat PLN aja berat dengan medan seperti itu, nanti makanya ESDM masuk dengan solar cell-nya. Nanti kita lihat ya akhir tahun 2018,” tutur dia.

Di bawah pemerintahannya, Jokowi memang sedang menggenjot pembangunan, khususnya di daerah Papua. Hal ini dilakukan demi memberikan keadilan yang sama bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Supaya rakyat di Papua malam hari dapat menikmati penerangan. Agar listrik dan rakyat di desa dapat berperan. Anak-anak bisa belajar baik karena listrik ada,” jelas Jokowi.

Jokowi berharap adanya PLTMG yang baru diresmikan juga akan dapat memberikan kebutuhan dasar listrik bagi masyarakat papua. Selain itu, PLTMG di Nabire dan Jayapura pun akan mampu meningkatkan iklim investasi di Bumi Cendrawasih

“Kemudian orang mau investasi di Papua atau di mana saja, berani masuk untuk bangun hotel, karena listriknya ada. Kalau tidak ada, orang akan mikir seribu kali, listrik jadi kunci investasi di Papua,” ujar dia.

Pembangunan listrik pedesaan merupakan salah satu Program Strategis Pemerintah untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) dan Rasio Desa Berlistrik.

Dalam dua tahun terakhir PLN Wilayah Papua dan Papua Barat telah berhasil meningkatkan Rasio Elektrifikasi Papua dari 45,93 persen menjadi 50,11 persen dan Rasio Desa Berlistrik dari 22,02 persen pada tahun 2015 menjadi 29,53 persen pada 2017.