Politik, Uncategorized

Jokowi Bilang Tabok, Gerindra: Beliau Sudah Tak Pantas Lagi Jadi Presiden

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menabok penyebar hoax yang menyebut dirinya sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI) tidaklah pantas.

“Pernyataan itu memperlihatkan beliau memang sudah nggak pantas lagi jadi presiden,” kata Ferry di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 23/11/2018.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga ini menilai apakah diksi itu tepat diucapkan oleh seorang presiden. Dia hanya menekankan, Jokowi semakin tidak pantas menjadi presiden untuk periode kedua.

“Udah makin enggak pantes. Bilang aja, makin enggak pantes,” kata Ferry.

Ferry mengatakan, Jokowi makin terlihat tak bisa menutupi kegundahannya terhadap tekanan untuk mempertahankan kekuasaan. Apalagi, Ferry berujar, elektabilitas Jokowi sebagai petahana justru stagnan.

Ferry pun mengklaim bahwa elektabilitas Prabowo dan Sandiaga justru mengalami tren kenaikan. Dia mengaku tim Prabowo optimistis dan akan tetap berfokus pada isu ekonomi untuk memenangi pilpres 2019.

Baca Juga: Kesal dengan Masifnya Hoax, Jokowi: Mau Saya Tabok Orangnya

“Realitas politiknya memperlihatkan elektabilitas Pak Jokowi mandek. Menurut survei internal kami tren elektabilitas Prabowo – Sandi signifikan,” kata Ferry.

Ferry juga melihat, kubu Jokowi sudah tak punya lagi bahan kampanye untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Kami menjadi bertambah yakin bahwa pihak kubu Jokowi Sebenarnya sudah kehabisan cara dan pakai modus yang aneh aneh,” tambahnya.

Ferry melihat, belakangan ini Jokowi makin sering melontarkan pernyataan yang memperlihatkan dia dalam tekanan untuk tetap ingin berkuasa tapi realitas politik dan elektabilitasnya mandeg.

“Akhirnya outputnya sontoloyo, genderuwo, sekarang pakai acara tabok,” kata Ferry yang juga Jubir Prabowo-Sandi ini.

Ferry menekankan, koalisi Prabowo-Sandiaga akan tetap fokus menyampaikan visi dan misi di Pilpres 2019. Khususnya isu ekonomi soal penyediaan lapangan pekerjaan dan penyediaan harga yang terjangkau.

“Kami kemarin baru menyelenggarakan pembekalan relawan yang dihadiri oleh belasan ribu relawan di Istora Senayan yang siap terjun ke desa-desa dan kelurahan di Tanah Air. Pak Prabowo dan pak Sandi juga makin rileks dan menjalankan kampanye ini dengan riang gembira,” kata Ferry.

Baca Juga: Jokowi Kembali Singgung Fitnah Soal PKI dan Anak Pengusaha Cina Singapura

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menyinggung informasi bohong dan fitnah yang beredar di media sosial memasuki tahun politik. Salah satunya, isu yang menyebutkan bahwa Jokowi merupakan aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI).

Keluhan itu diungkapkan Jokowi saat membagikan 1.300 sertifikat tanah untuk warga Lampung Tengah di Lapangan Tenis Indoor Gunung Sugih, Lampung Tengah, Jumat (23/11).

“Coba lihat di medsos, Presiden Jokowi itu PKI. Fitnah-fitnah seperti itu,” kata Jokowi

Jokowi berulang kali membantah bahwa dia bukan aktivis PKI. PKI sudah dibubarkan pada 12 Maret 1966, sedangkan Jokowi baru dilahirkan 21 Juni 1961.

“Saat PKI dibubarkan saya baru 4 tahun. Kok bisa diisukan Jokowi aktivis PKI, masak ada PKI balita,” ujar Jokowi.

Selama empat tahun menjadi Presiden, Jokowi mengaku selalu dikaitkan dengan PKI. Jokowi tak bisa lagi menyembunyikan kekesalannya. Kepala Negara menyatakan bakal mencari siapa penyebar rumor itu dan menabok pelakunya.

“Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul,” kata Jokowi.”

“Saya ini sudah 4 tahun diginiin, Ya Allah, sabar, sabar, tapi saya sudah bicara karena ada 6 persen yang percaya berita ini. Enam persen itu 9 juta (penduduk) lebih lho. Lah kok percaya?” lanjutnya.