Nasional

Joni Si Pemanjat Tiang Bendera Dihadiahi Jokowi Sepeda dan Rumah, Plus Main ke Dufan dan TMII

Yohanes Ande Kala
Yohanes Ande Kala alias Joni, siswa SMP asal Desa Silawan, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (30/8/2018) siang.

Jurnalindonesia.co.id – Yohanes Ande Kala, si pemanjat tiang bendera pada upacara HUT ke-73 RI di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (20/8/2018).

Presiden Jokowi mengundang siswa kelas VII SMP Negeri Siawan itu untuk makan siang bersama di Istana Negara, Jakarta. Sebelum makan siang bersama, Jokowi memanggil Yohanes — atau yang akrab disapa Joni — berdiri di sampingnya berbicara soal aksi heroiknya tersebut.

“Sekarang ada tamu masih SMP kelas satu. Jon, sini Jon,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan telah menyaksikan video yang memperlihatkan aksi Joni memanjat tiang bendera untuk membetulkan tali yang tersangkut agar Sang Saka Merah Putih bisa berkibar.

“Saya lihat di video ini juga terkaget-kaget. Tiangnya kan kecil sekali itu, dan tinggi sekali, 20 meter. Di sini ada nggak yang berani naik seperti Joni? Kalau ada yang berani naik tiangnya yang dinaiki Joni, saya beri sepeda,” kelakar Jokowi.

Yohanes Ande Kala alias Joni, siswa SMP asal Desa Silawan, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (30/8/2018) siang.

Jokowi mengingatkan Joni bahwa aksinya tersebut berbahaya. Jokowi pun mengaku cemas menyaksikan Joni memanjat tiang bendera di salah satu lapangan di Kabupaten Belu, NTT itu.

“Jon, kamu tahu apa yang kamu lakukan menaiki tiang itu adalah bahaya. Terus terang saya waktu lihat itu khawatir dan cemas. Gimana? Kok nggak takut menaiki tiang kecil, dan katanya kamu pas sakit perut?” kata Jokowi.

Joni pun menceritakan dari awal bagaimana dia akhirnya memanjat tiang bendera setinggi 23 meter itu.

“Jadi, pertama saya sakit perut. Terus dipanggil, suruh ke ruangan UKS,” kata Joni.

“Di ruangan itu diobati?” tanya Jokowi.

“Tidak,” katanya.

“Hanya duduk saja?” kata Jokowi lagi.

“Iya. Diberi minum,” jawab siswa kelas 1 SMP ini.

“Duduk atau tiduran?” tanya Jokowi.

“Tiduran,” kata Joni.

Baca: Jhoni Gala Ternyata Sedang Sakit Perut Saat Memanjat Tiang Bendera

Yohanes Ande Kala alias Joni

Yohanes Ande Kala alias Joni, siswa SMP asal Desa Silawan, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (30/8/2018) siang. (Foto: Kompas.com/Ihsanuddin)

“Terus ada bapak wakil bupati bilang, siapa yang bisa panjat tiang bendera ini? Langsung saya bangun lari. Lari buka sepatu langsung manjat,” kata Joni.

“Nggak ngomong dulu?” tanya Jokowi.

“Nggak,” kata Joni.

Jokowi terus menanyai Joni. Jokowi penasaran dengan perasaan Joni saat memanjat tiang itu.

“Kamu yakin bisa sampai puncak?” kata Jokowi.

“Yakin,” kata Joni.

“Kenapa kamu yakin? Saya lihat setengah manjat kamu udah ngos-ngosan. Kenapa berhenti?” tanya Jokowi.

“Capek,” jawab Joni yang langsung disambut tawa seisi ruangan utama Istana Negara.

“Kenapa yakin bisa sampai? Sebelumnya memang sering manjat?” tanya Jokowi lagi.

“Biasa manjat pinang,” kata Joni.

Jokowi masih penasaran. Bahkan Jokowi menanyakan seberapa sering Joni memanjat pohon pinang.

“Sebulan sekali,” kata Joni.

Jokowi juga menanyakan apa yang dilakukan Joni setelah tiba di puncak tiang bendera itu.

“Saya ambil tali, lalu saya gigit,” kata Joni.

“Baru melorot kan? Capek?” tanya Jokowi lagi.

“Iya, capek,” katanya.

Jokowi kemudian menanyakan Joni apa yang dia inginkan dari Presiden. Dengan cepat Joni meminta sepeda ke Jokowi.

“Sepeda,” kata Joni.

“Jauh-jauh dari Belu ke Jakarta masa hanya sepeda,” ucap Jokowi.

“Minta bikinin rumah saja,” kata Joni lagi.

“Sudah itu saja? Sepeda sama rumah? Ya sudah. Nanti kalau saya tanya lagi tambah lagi nanti,” ucap Jokowi tersenyum.

Baca: Jhoni Si Pemanjat Tiang Bendera Ungkap Keinginan Terpendamnya ke Jokowi

Yohanes Ande Kala

Yohanes Ande Kala di Istana Negara. (Foto: Ray Jordan/detikcom)

Jokowi kemudian menitipkan pesan ke Joni agar terus belajar. Terlebih Joni juga sudah mendapatkan beasiswa hingga bangku kuliah.

“Saya titip belajar yang baik. Kan sudah dapat beasiswa, belajar yang baik dan bekerja keras untuk meraih cita-cita. Memangnya nanti pingin jadi apa?” kata Jokowi.

“Jadi tentara,” jawab Joni cepat.

“Ya sudah, nanti langsung daftar ke Panglima,” kata Jokowi.

Jokowi pun kembali mengatakan apa yang dilakukan Joni adalah sebuah aksi yang sangat berbahaya. Namun tekad dan semangatnya agar bendera Merah Putih bisa terus berkibar, itu yang harus jadi contoh.

“Karena sebenarnya yang dilakukan Joni adalah sesuatu yang membahayakan dan harus diingatkan. Tapi itulah keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih yang ingin agar Merah Putih terus berkibar,” ujar Jokowi.

Tak hanya sepeda dan rumah, Jokowi juga meminta kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk memberikan bonus ke Joni yakni mengajak jalan-jalan ke wahana hiburan Dunia Fantasi (Dufan) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Mumpung di Jakarta, diajak lihat Dunia Fantasi sama Taman Mini. Jangan dibawa yang sulit-sulit, kan masih dunia anak. Belum pernah kan ke Taman Mini dan Dunia Fantasi? Ya, itu nanti Pak Menseneg,” kata Jokowi.

DETIKCOM