Daerah, NTT

Jhoni Gala Ternyata Sedang Sakit Perut Saat Memanjat Tiang Bendera

Yohanes Andigala
Yohanes Andigala bersama keluarga (Foto: Liputan6.com/Ola Keda)

Jurnalindonesia.co.id – Nama Yohanes Andigala atau yang akrab disapa Jhoni Gala tengah ramai diperbincangkan masyarakat.

Siswa SMPN Silawan kelas 7 yang tinggal di RT 12/RW 05 Dusun Halimuti, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, itu dikenal karena aksi heroiknya.

Dia memanjat tiang setinggi 11 meter, untuk ‘menyelamatkan’ proses pengibaran sang saka merah putih di upacara Hari Kemerdekaan.

Yang lebih dramatis, peristiwa itu terjadi di daerah perbatasan Indonesia, tepatnya Pantai Mota’ain, Desa Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nah, ternyata ada fakta yang menarik sebelum momen tersebut terjadi.

Jhoni Gala bercerita, dari pagi dia sudah tiba di lokasi untuk mengikuti upacara bendara bersama teman-temannya.

Namun sayangnya, saat upacara hendak berlangsung, dia justru sakit perut. Sehingga dia pun diantar ke tenda P3K di lokasi upacara untuk diberi obat dan istirahat.

Upacara pun berlangsung, namun saat pengibaran bendera berlangsung, tiba-tiba saja tali bendera putus.

Saat itu juga, ia mendengar jika tali bendera putus dan harus ada orang yang memanjat tiang untuk menarik kembali ujung tali bendera yang terkait di ujung tiang.

Tanpa pikir panjang lagi, Jhoni yang berada di tenda P3K langsung lari ke tengah. Dia pun mencopot sepatunya lalu naik ke tiang bendera tersebut.

“Saya lepas sepatu, dan panjat langsung itu tiang memang,” kata anak kesembilan dari pasangan Viktor Lino Fahik Marsal dan Lorensa Gama ini.

Dalam video yang beredar viral di berbagai platform media sosial, tampak tak ada rasa takut pada diri Jhoni saat memanjat tiang bendera yang tingginya sekitar 11 meter.

“Saya memang sudah biasa memanjat pinang,” kata anak petani keturunan Bobonaro, Timor Leste ini kepada Pos-Kupang.com.

Baca: Jhoni Si Pemanjat Tiang Bendera Ungkap Keinginan Terpendamnya ke Jokowi

Tali Putus

Kepala Desa Silawan, Ferdinandus Mone mengatakan, upacara pengibaran bendera sempat terhenti beberapa menit karena tali bendera putus.

“Iya benar. Tali bendera yang untuk ikat ke tali tiang yang putus. Pas paskibraka bilang bendera siap, tali putus,” kata Ferdinandus.

Ferdinandus mengatakan, yang menggambil kembali tali bendera adalah Jhoni Gala, siswa SMPN Silawan kelas VII.

Setelah ujung tali diambil, upacara pengibaran bendera dilanjutkan.

Bangga Berdiri di Samping Inspektur Upacara

Usai menyelamatkan bendera Merah Putih agar tetap berkibar, Jhoni mendapatkan tepuk tangan dari peserta upacara pengibaran bendera.

Usai itu, Jhoni pun diminta untuk berada di podium inspektur upacara. Ia berada di samping Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan, yang saat itu sebagai Inspektur Upacara.

Dengan kaki telanjang ia berdiri tegap di samping Wabup JT Ose Luan.

Tampak ia tersenyum-senyum tatkala mendapat pujian dari Wabup JT Ose Luan yang disampaikan dalam sambutannya.

“Sikap Yohanes adalah hebat dan kejadian itu mengingatkan pada masa perjuangan para pejuang kemedekaan,” ujar Ose Luan.

“Ini pahlawan kecil penyelamat kita pagi ini. Seorang anak pelajar yang menjadi penyelamat dalam upacara kemerdekaan. Terimakasih pahlawan kecil, kejadian ini menggugah saya tapi kau adalah pahlawan,” ucap Wabup Ose Luan.

TRIBUNNEWS