Nasional

Izinkan Neno Pakai Mik Pesawat, Lion Air Jatuhkan Sanksi ke Pilot dan Awak Kabin

Neno Warisman
Neno Warisman. (Foto: Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Jurnalindonesia.co.id – Neno Warisman berbicara ke penumpang menggunakan mikrofon di kabin pesawat atau yang disebut dengan Public Address System (PAS) pada penerbangan Lion Air JT 297 dengan rute Pekanbaru-Jakarta pada Minggu (28/8/2018) malam.

Atas perbuatan tersebut, manajemen maskapai Lion Air Group menjatuhkan sanksi kepada pilot dan pramugarinya. Pihak manajemen mengakui, anak buahnya telah salah dengan mengizinkan penumpang menggunakan fasilitas PAS di dalam pesawat.

“Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran ketentuan pengoperasian pesawat perusahaan dan peraturan perusahaan,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

Danang menegaskan, peralatan yang ada di pesawat, hanya boleh dioperaskan atau digunakan oleh awak pesawat. Artinya, selain awak pesawat maka penggunaan fasilitas PAS tidak diperbolehkan.

“Kejadian tersebut juga telah kami laporkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” ujar Danang.

“Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin yang memberikan izin penggunaan peralatan PAS, tidak boleh terbang atau grounded,” lanjutnya.

Baca: Neno Mengaku Bicara di Mikrofon Pesawat atas Permintaan Penumpang

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa apa yang dilakukan Neno di pesawat Lion Air tersebut adalah salah. Kemenhub juga memastikan akan memberi tindakan tegas terhadap seluruh awak pesawat Lion Air, dan Neno Warisman sendiri, sebagai konsekuensi dari pelanggaran tersebut.

“Penggunaan PAS oleh penumpang dalam penerbangan Lion Air JT 297 melanggar internal SOP maskapai Lion Air dan merupakan tindakan yang salah. Pilot in Command maupun cabin crew serta penumpang telah melakukan kesalahan,” kata Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno kepada Kompas.com, Selasa (28/8/2018).

Sementara itu, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (KPPU), Captain Avirianto, juga memastikan pihaknya telah melayangkan teguran ke manajemen Lion Air melalui surat Nomor: AU.651/DKPPU/VIII/2018 tertanggal 27 Agustus 2018.

Dalam surat tersebut, Lion Air diminta menindak tegas Station Manager, Pilot in Command, dan cabin crew yang tidak melaksanakan internal SOP mereka sendiri.

Kejadian bermula saat Neno hendak menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, pekan lalu. Neno sempat mendapat aksi pengadangan sejumlah orang di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Karena aksi tersebut, pihak kepolisian akhirnya memutuskan untuk memulangkan Neno dari Pekanbaru.

Di pesawat, Neno ternyata sempat menggunakan mikrofon awak kabin untuk minta maaf dan menjelaskan pengadangannya itu.

Momen itu direkam oleh sejumlah penumpang, salah satunya ditampilkan oleh TVOne. Dalam video tampak Neno menggunakan mikrofon yang biasanya digunakan awak kabin atau pramugari untuk memberi pengumuman.

Neno berdiri di depan para penumpang lain. Menggunakan mikrofon, dia meminta maaf pada penumpang pesawat karena penerbangan jadi terhambat.

“Pada bapak ibu dan semuanya yang jadi terhambat perjalanannya tadi, izinkan saya untuk minta maaf yang pertama walaupun bukan kesalahan saya,” ucap Neno.

Dia kemudian meminta izin untuk menjelaskan pengadangan yang terjadi. Neno menceritakan bahwa begitu dia mendarat, dia kemudian masuk ke mobil yang sudah disiapkan.

“Aparat meminta saya untuk masuk ke ruangan yang mereka inginkan. Saya karena sudah ditunggu mobil, jadi saya masuk ke mobil yang menjemput saya,” ucapnya.

“Lalu berlangsunglah drama demi drama,” imbuh Neno.

Loading...