Kriminal, Nasional

Inilah Abdul Ghani, Pengusaha Emas yang Dibunuh karena Berusaha Bocorkan Tipuan Penggandaan Uang Kanjeng Dimas

abdul ghani
Abdul Ghani pengusaha emas yang dibunuh santri Kanjeng Dimas

abdul ghani

Abdul Ghani pengusaha emas yang dibunuh santri Kanjeng Dimas

Jurnalindonesia.id – Kanjeng Dimas Taat Pribadi, pemimpin padepokan penggandaan uang di Probolinggo ditangkap karena kasus pembunuhan berencana terhadap santrinya, Abdul Ghani, pengusaha emas perhiasan warga Kota Probolinggo.

Mayat Abdul Ghani ditemukan 14 April 2016 pagi di Waduk Gajah Mungkur (WGM) di bawah Jembatan Kedung Ireng, Sendang, Wonogiri. Mayat ditemukan dalam kondisi telanjang. Bagian kepala ditutupi plastik warna biru yang diikat dengan lakban hitam.

Berdasarkan olah forensik pada mayat, korban diperkirakan meninggal 3 hari sebelumnya. Korban juga mengalami penyiksaan yang sadis sebelum tewas. Terdapat beberapa luka di tubuh korban.

“Ada trauma di kepala yang tidak menyebabkan kematian tapi bisa membuat pingsan. Luka seperti bekas jeratan tali, memar di luar dan dalam leher. Hal itu dapat menyebabkan kematian dan diperkuat adanya organ dalam pada saluran napas paru-paru dan jantung menghitam,” rilis resmi olah forensik Polres Wonogiri. Hasil pemeriksaan juga menemukan ada luka bekas ikatan di tangan kanan dan di pergelangan kaki kanan.

Korban berhasil diidentifikasi 15 April 2016 saat keluarga korban mencocokkan ciri-cirinya.

Polres Probolinggo lalu bekerja sama dengan Polres Wonogiri menguak kasus ini.

Berdasarkan penyelidikan terungkap bahwa korban mati karena dibunuh tim preman padepokan atas perintah Kanjeng Dimas Taat Pribadi.

Baca juga: Mengenal Kanjeng Dimas, Raja Baru Nusantara Pemilik Padepokan Seluas Dua Kali Lap. Bola dan Uang 1 Triliun

Seminggu sebelumnya korban mengancam akan membongkar kedok penipuan penggandaan uang yang dilakukan Dimas jika uangnya tak dikembalikan.

Dimas mengundang Abdul Ghani ke kediamanya diiming-imingi uangnya akan cair. Ternyata di dalam ruangan telah ada 22 santri bagian pelindung yang menganiaya dan membunuhnya.

Untuk menghilangkan jejak, mayat dibuang di waduk Gajah Mungkur Wonogiri hingga ditemukan para nelayan sedang mengambang di bawah jembatan. (Baca: Kisah di Balik Penemuan Mayat Korban Kekejian Kanjeng Dimas)

Kasus ditangani langsung oleh Polda Jawa Timur. 22 tersangka telah ditangkap dan Dimas ditetapkan sebagai otak pembunuhan.

Mengetahui dirinya diincar Polisi. Dimas mengerahkan massanya untuk menjadi pagar betisnya di Padepokan dengan dalih uang ghaib segera dicairkan.

Setelah 3 kali mengabaikan panggilan dari Polisi. Polda Jawa Timur mengerahkan lebih dari 1.000 personel untuk menangkap Dimas yang bersembunyi di padepokannya, Kamis (22/9/2016).

penggerebekan padepokan kanjeng dimas

Susana penggerebekan Padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo. Sekitar 600 pasukan gabungan diterjunkan.

Saat upaya penangkapan. Dimas berusaha bersembunyi di antara pengikutnya. Polisi terpaksa memerintahkan pengikut Dimas membuka baju untuk memastikan keberadaan otak pembunuhan sadis ini.

Kamis pukul 11 siang, polisi akhirnya berhasil menangkap Dimas dan menjeratnya dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati untuk dua kasus pembunuhan.

Selain Abdul Ghani, juga ada santri lain atas nama Ismail Hidayah yang dibunuh secara keji yang diduga juga diotaki Dimas pada tahun 2015.

kanjeng dimas

Penangkapan Kanjeng Dimas Taat Pribadi (kanan), tersangka otak pembunuhan dua pengikutnya, Abdul Gani dan Ismail, berlangsung dramatis, Kamis (22/9/2016) dini hari.

 

Loading...