Ekonomi dan Bisnis

Ust. Yusuf Mansyur Ikut Tax Amnesty, Netizen Bandingkan dengan Ahok: Ustaz pun Ikut, Masa Ahok enggak

yusuf mansyur
Ustaz Yusuf Mansyur dan Wajib Pajak di Direktorat Jenderal Pajak

Jurnalindonesia.id – Beberapa hari sebelumnya Ustaz Yusuf Mansyur sempat buat heboh netizen lantaran posting di Instagram-nya yang mengatakan ingin melakukan hal besar.

Awalnya, netizen menebak, hal besar yang Yusuf maksud adalah pencalonan diri jadi Calon Gubernur DKI Jakarta.

Ternyata tebakan meleset.

“Kemarin saya mau bayar pajak, malah dikira mau nyalonin diri jadi Gubernur DKI Jakarta,” ujar Yusuf di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Ustaz Yusuf Mansyur mengakui telah ada rencana melaporkan harta kekayaannya sejak beberapa hari lalu.

Namun, pekan sebelumnya hiruk pikuk Pencalonan Gubernur DKI Jakarta sedang ramai digelar.

Ustad Yusuf Mansyur pun tak mau terbawa arus keramaian Pilgub DKI Jakarta. Karena hal itu ia memilih hari terakhir dari periode pertama program pengampunan pajak untuk melaporkan pajaknya.

“Hiruk pikuk Cagub Cawagub, kesannya kurang cakep, kesannya mau gimana,” kata Ustad Yusuf Mansyur.

Ustad Yusuf Mansyur pun mengakui tidak melakukan repatriasi dana. Karena semua aset dan hartanya ada di dalam negeri.

“Repatriasi dana dari luar, saya nggak ada. Saya nggak ngerti juga gimana ada dana dari luar,” ungkap Ustad Yusuf Mansyur.

Komentar netizen

Ada salah satu komentar dari netizen soal inisiatif ustaz Yusuf Mansur ikut program pengampunan pajak. Netizen membandingkannya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kemarin mengatakan tidak perlu ikut tax amnesty.

“Pak ustaz pun ikut tax amnesty, masa Ahok enggak,” tulis netizen dalam komentarnya.

Sebagaimana diberitakan, Ahok merasa tidak perlu mengikuti program tax amnesty sebab, ia mengaku rutin melaporkan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi melalui laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

“Buat apa aku ikut tax amnesty? Laporan aku sebelum jadi pejabat, laporan LHKPN, semua jelas kok. Semua harta saya tuh dilaporkan di LHKPN,” kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/9/2016) malam.

Ahok menilai, mereka yang perlu mengikuti pengampunan pajak adalah orang yang belum melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ahok menyebut dirinya sudah melaporkan semua harta kekayaannya, baik yang ada di dalam negeri, maupun di luar negeri.