Uncategorized

Hercules Ditangkap Polres Jakarta Barat Terkait Premanisme

Jurnalindonesia.co.id – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyampaikan, pihaknya meringkus seorang pria yang dikenal sebagai pentolan preman, Hercules Rosalio Marshal, terkait penyerangan dan penguasaan lahan sekelompok preman terhadap karyawan PT Nila di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu 21 November 2018.

“Kami amankan Hercules yang juga aktor utama pelaku penyerangan dan penguasaan lahan,” tutur Hengky

Penangkapan ini diduga berkaitan dengan pendudukan tanah sengketa di Kalideres. Sebelumnya, Tim Polres Jakbar menangkap 25 orang preman di Jalan Bulak Sereh Pegadungan dan di Jalan Daan Mogot.

Dari 25 orang itu, polisi menetapkan 23 orang sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang perusakan juncto Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Baca Juga: Pria yang Ditemukan Tewas di Dalam Drum Ternyata Mantan Wartawan

Para tersangka juga dijerat dengan Pasal 167 KUHP tentang pelanggaran memasuki pekarangan orang lain tanpa izin.

Menurut Hengky, lokasi tersebut telah dikuasai secara paksa dan para preman meminta uang sebanyak Rp 500 ribu kepada setiap penghuni.

“Pimpinan kelompok preman ini (Hercules) diketahui sebagai aktor utama dari penyerangan kantor PT Nila, yang saat itu diserang oleh 60 orang preman yang menggunakan senjata tajam,” jelasnya.

Para preman diketahui telah mengintimidasi dan melakukan perusakan. Mereka berupaya merebut secara paksa ruko PT Nila di Kalideres, Jakarta Barat.

“Hercules ditangkap di kediamannya di kompleks Kebon Jeruk Indah Blok E 12 A, Kembangan, Jakarta Barat,” tandas Hengky.

Hercules dikenal sebagai salah satu tokoh di Tanah Abang. Dia kerap berurusan dengan persoalan hukum.

Tahun 2014, Pengadilan Negeri Jakarta Barat pernah menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada Hercules. Dia dinyatakan bersalah serta terbukti melakukan tindak pidana pemerasan dan tindak pidana pencucian uang.

Baca Juga: Anak Buah Daeng Azis Kembali Kuasai Kalijodo, Begini Cara Kerja Mereka

Hakim sepakat Hercules terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Hercules terbukti melakukan pemerasan terhadap Sukanto Tjakra, Direktur PT Multi Tjakra Strategi. Hercules juga dinyatakan sengaja memanfaatkan labelnya sebagai preman untuk menakut-nakuti pengembang tersebut. Hal itu dia lakukan dengan maksud meminta uang dari korban.

Bukti pemerasan itu adalah penyerahan uang Rp200 juta sebagai jaminan agar Hercules bersama anak buahnya tidak lagi menghalangi pembangunan ruko dan apartemen oleh PT Multi Tjakra Strategi.