Uncategorized

Giliran Nanik S Deyang Dipanggil Polisi Terkait Hoax Ratna Sarumpaet

Jurnalindonesia.co.id – Polda Metro Jaya akan memanggil Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang, terkait kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Nanik dipanggil karena menjadi orang yang mengabarkan berita penganiayaan Ratna kepada capres Prabowo Subianto.

“Penyidik hari ini melayangkan surat panggilan kepada Ibu Nanik. Yang nanti akan diagendakan untuk hari Senin (15/10) pukul 13.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/10/2018).

Menurut Argo, Nanik akan dimintai keterangan soal informasi Ratna dianiaya yang disampaikannya kepada Prabowo.

“Jadi Bu Nanik ini perannya adalah dia yang memberitahukan bahwa RS (Ratna Sarumpaet) dianiaya, memberitahukan kepada Pak Prabowo. Ini kita akan gali keterangannya seperti apa,” ucap Argo.

Dikonfirmasi terpisah, Nanik mengaku siap memenuhi panggilan tersebut.

Insyaallah saya datang,” ujar Nanik kepada detikcom, Jumat (12/10/2018).

Meski demikian, Nanik mengaku belum menerima surat panggilan terhadap dirinya dari kepolisian.

“Saya belum terima suratnya, mungkin besok atau lusa,” katanya.

Baca juga: Polisi Tolak Permohonan Tahanan Kota Ratna Sarumpaet

Nanik S Deyang

Nanik S Deyang bersama Prabowo Subianto

Nanik penutur cerita bohong Ratna

Sebelum kebohongan Ratna Sarumpaet terungkap, Nanik S Deyang merupakan pihak yang menceritakan kronologi dugaan penganiayaan yang menimpa Ratna.

Menurut Nanik, Ratna dianiaya oleh tiga orang di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018 malam.

Saat itu, kata Nanik, Ratna baru saja menghadiri acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel. Kemudian Ratna naik taksi dengan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia.

“Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah, saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” kata Nanik di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018), seperti dilansir Kompas.com.

Baca juga: Amien Rais: Ratna Sarumpaet Ini Sekarang Sudah Jadi Sampah Politik, Kasihan

Setelah dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan, sehingga bagian samping kepalanya robek.

Dengan sisa tenaga, tutur Nanik, Ratna mencari kendaraan menuju rumah sakit di Cimahi serta menelepon temannya seorang dokter bedah agar langsung ditangani.

Menurut pengakuan Ratna, lanjut Nanik, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya.

“Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi,” ucap Nanik.

“Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari,” lanjutnya.

“Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini di suatu tempat mbak Ratna menemui Pak Prabowo,” tutur Nanik.

Loading...