Daerah, Jawa Tengah

Gerindra Somasi Akun @Di_ajen9 Terkait Postingan ‘Ambulans Ditolak Warga’

Ilustrasi ambulans Partai Gerindra.

Jurnalindonesia.co.id – Pemilik akun Twitter DawetAyu (@Di_ajen9) meminta maaf secara terbuka terkait cuitannya soal mobil ambulans bantuan partai Gerindra yang ditolak oleh warga.

Sebelumnya, pemilik akun Twitter @Di_ajen9 menceritakan kejadian tersebut pada 16 Mei 2018 lalu. Saat itu, kata dia, ada seorang tokoh di kelurahannya yang meninggal dunia.

Saat hendak dilakukan proses pemakaman, ambulans dengan logo Partai Gerindra lengkap dengan foto pasangan calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said – Ida Fauziyah, siap menawarkan bantuan membawa jenazah ke tempat pemakaman.

Namun, bantuan mobil ambulans tersebut ditolak oleh keluarga yang memilih menggunakan tandu.

@Di_ajen9: Td siang seorg tokoh di kelurahanku ada yg meninggal , pas mau pemakaman ambulance dg tulisan besar2 dr

@Gerindra dan paslon cagub jateng SS sdh siap..tp ditolak,keluarga memilih jenazah tep ditandu spt biasa..#keluargacerdas

Cuitan tersebut kemudian ramai dibicarakan hingga menuai pro dan kontra. Sampai akhirnya Partai Gerindra turut memberikan tanggapan.

“Setidaknya itu menjadi bukti bahwa @Gerindra turun langsung membantu ke masyarakat. Bagaimana si masyarakat nya kepada kami, biar menjadi urusan mereka. Yang terpenting kami sudah berusaha untuk membantu,” demikian tanggapan Partai Gerindra melalui akun resminya, @Gerindra, pada 18 Mei 2018.

Selang beberapa hari kemudian, beredar kabar yang menyebutkan Partai Gerindra Banjarnegara, Jawa Tengah merasa keberatan dengan cuitan akun Twitter DawetAyu (@Di_ajen9) tersebut. Partai di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto itu pun melayangkan somasi ke pemilik akun DawetAyu dan memberikan sejumlah tuntutan, termasuk permohonan maaf.

Kabar adanya somasi itu baru terungkap setelah pemilik akun DawetAyu sendiri yang menginformasikannya melalui Twitter.

Melalui informasi itu pula, pemilik akun DawetAyu pun menuliskan permintaan maaf dan memutuskan untuk menghapus cuitan kontroversialnya tentang ambulans tersebut.

Berikut pernyataan lengkap dari @Di_ajeng9 yang diunggah pada Sabtu, 25 Mei 2018:

Twit sy yg ini sy hapus unt memenuhi permintaan dr partai @Gerindra Banjarnegara yg mengirimkn surat somasi ke sy.

Dg niat baik, sy penuhi tuntutan somasi semata2 demi kebaikan semua pihak.

Sesuai poin berikutnya dlm somasi @Gerindra Banjarnegara ,sy meminta maaf jk twit sy tlh membuat tdk nyaman / dirasa merugikan pihak tertentu.

Mski sjk awal sy tdk bmaksud menyerang/merugikan pihak lain namun dg tulus sy mohon maaf sebesar2nya.

Terkait poin somasi yg meminta sy agar sy meminta maaf di media lokal d nas, dg jujur sy nyatakan tdk bs menuhi.

1. Sy tdk punya cukup biaya unt beriklan di media,

2. berita terkait ambulan gerindra kmrn sy kabarkan lwt twiter mk sy rasa sdh pd tmpatnya jk sy minta mf lwt twiter.

Jk kmudian twit sy dikutip oleh media itu di luar sepengetahuan d kuasa sy.

Yg jelas sy tdk pnh mrs diwawancarai oleh wartawan d tdk pnh mrs memberi ijin pemuatan.

Namun jk permintaan maaf sy ini jg dimuat di media yg kmrn memuat twit sy, sy sgt berterimakasih.

Dgn ini semua tuntutan somasi dr @Gerindra Banjarnegara tlh sy laksanakan seluruhnya.

Skl lg sy meminta maaf jk tlh membuat ramai d sy melaksanakan tuntutan jg agar keramaian ini mereda. Terimakasih.

Skl lg sy sampaikan bahwa dlm poin somasi agar sy meminta maaf lewat akun twiter sy ini, dg demikian sdh sy penuhi..terimakasih.