Nasional

FPI Akan Gelar Aksi 161, Agenda: Tuntut Pencopotan Kapolda Jabar

fpi
Massa demo 2 Desember. (Foto: Aulia Bintang Pratama/CNN Indonesia)

Jurnalindonesia.id – Front Pembela Islam (FPI) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Senin (16/1) besok. Aksi yang bertajuk 161 ini menuntut pencopotan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan dan dan menangkap aktor intelektual yang berada di balik bentrokan FPI dan ormas GMBI.

“Kita akan melaksanakan agenda menuntut Kapolri untuk mencopot Kapolda Jawa Barat,” kata Panglima FPI Maman Suryadi Abdurrahman kepada detikcom, Minggu (15/1/2016).

Aksi itu sendiri akan dipimpin oleh ketua FPI DKI Jakarta Habib Muhsin bin Ahmad Alattas dan Juru Bicara FPI Munarman.

Massa FPI dan secara umum massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan berkumpul di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terlebih dahulu. Mereka berkumpul di titik itu pada pukul 07.30 WIB untuk menunaikan salat dhuha pukul 08.00 WIB dan mendengarkan tausiyah.

“Setelah itu, kita long march (jalan bersama) ke Mabes Polri,” kata Maman.

Mabes Polri yang beralamat di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memang tak jauh dari titik itu. Mereka akan menyampaikan tuntutannya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar mencopot Anton dari jabatan Kapolda Jawa Barat.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan menuturkan, pihaknya telah menerima laporan mengenai rencana unjuk rasa tersebut.

Dari laporan yang diserahkan FPI, kata Iriawan, aksi akan diikuti sedikitnya lima ribu anggota FPI. Namun, Iriawan meragukan laporan jumlah tersebut akan sesuai dengan massa yang akan datang ke lapangan.

“Belum tentu besar-besaran, yang jelas kami amankan. Kami akan layani FPI yang mau unjuk rasa. Kami akomodir mereka yang mau menyampaikan aspirasi,” kata Iriawan di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

Soal Habib Muhsin dan Munarman sebagai pimpinan aksi, dua nama itu tercantum dalam surat pemberitahuan yang diserahkan ke kepolisian.

“Di dalam itu tertulis salah satu Muhsin dan Munarman,” ujar Iriawan.

Iriawan mengaku, pihaknya sudah menyiapkan hampir tiga ribu personel gabungan TNI dan Polri dalam pengamanan unjuk rasa.

“Total, ada 2800 personel. 2000 dari kami (Polri) sisanya dari Kodam,” ujar dia.

FPI berpendapat Anton telah membiarkan insiden penyerangan dan penganiayaan terhadap FPI yang dilakukan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Sebagaimana diketahui, FPI keberatan Kapolda menjadi Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Belakangan, FPI dan GMBI memang terlibat konflik, yakni setelah pemeriksaan Habib Rizieq di Markas Polda Jawa Barat pada Kamis (12/1) kemarin.