Mancanegara

Eskalator 45 Meter Turun Tiba-tiba dengan Kecepatan Tinggi, 18 Orang Luka

Insiden eskalator di Hong Kong.
Insiden eskalator di Hong Kong. (Foto: stuff.co.nz)

Jurnalindonesia.id – Sebuah eskalator dengan panjang 45 meter di pusat perbelanjaan terkenal Mong Kok, Hong Kong tiba-tiba berbalik arah dengan kecepatan tinggi. Eskalator yang tadinya naik mendadak turun dengan kecepatan hingga tiga kali lipatnya dari kecepatan biasa.

Kejadian yang berlangsung pada Sabtu, (25/03/2017) sore tersebut mengakibatkan 18 korban luka, salah satunya dalam kondisi serius.

Harian South Morning China Post, Minggu 26 Maret 2017, melaporkan kengerian insiden tersebut lewat sebuah video amatir. Saat itu eskalator dalam kondisi penuh dengan pengunjung mal. Orang-orang pun berteriak histeris ketika eskalator mendadak berubah arah dengan kecepatan tinggi.

Saksi mengatakan, setidaknya 14 perempuan dan empat laki-laki terluka kehilangan keseimbangan dan terguling ke ujung bawah eskalator. Ada pria yang berdarah di ujung eskalator. Bahkan ada pengunjung mal yang melompat ke eskalator sebelahnya, dan ada yang berusaha lari naik ke bagian atas eskalator.

“Saya mendengar orang-orang berteriak mengatakan eskalator turun dengan kecepatan sampai dua kali dari kecepatan biasanya. Semua panik dan beberapa jatuh,” ujar korban bernama Tina, yang terluka kakinya.

Tina mengaku ingat, eskalator yang sama macet beberapa menit sehari sebelumnya pada siang hari.

Anggota Komite Penasihat Keselamatan Eskalator dan Lift, Charles Wong Kai Hon, menduga, biang insiden adalah tidak berfungsinya salah satu dari dua rem di eskalator dan malfungsi mekanisme lainnya.

Pengelola mal mengatakan, eskalator dihentikan pada Minggu pagi selama 15 menit untuk alasan pengendalian massa. Pengelola menuturkan, kecelakaan eskalator tidak terkait dengan penghentian operasi eskalator sebelumnya.

Juru bicara pengelola mal mengatakan, eskalator telah diinspeksi pada 23 Maret. Inspeksi tahunan dilakukan dua kali dalam setahun, dengan pemeriksaan rutin dua kali sepekan.

Juru bicara itu menambahkan, mal itu sangat khawatir dampak kecelakaan itu dan akan menawarkan bantuan kepada yang terluka, dan terus bekerja sama atas penyelidikan yang dilakukan pemerintah.

Berikut videonya:

 

Loading...