Uncategorized

Dr Tompi Beri Penjelasan soal Foto Wajah Lebam Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik?

Jurnalindonesia.co.id – Kabar mengenai Ratna Sarumpaet yang diduga dianiaya oleh orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September lalu memicu beragam spekulasi.

Menurut Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjutak, Ratna dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal di bandara di Bandung.

“Jadi kejadiannya sudah lama dan kami baru tahu tadi malam. Ternyata beliau ketakutan, trauma sehinga tidak melaporkan dan tidak mengabarkan kepada siapapun, dan kami pun tidak tahu kenapa beliau sangat takut,” tutur Dahnil, Selasa, 2 Oktober 2018.

Saat ini, kata Dahnil, aktivis perempuan berusia 70 tahun itu tengah dirawat di rumahnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan.

Adapun dugaan penganiayaan yang dialami Ratna pertama kali diketahui publik dari media sosial, melalui sebuah foto. Dalam foto tersebut tampak wajah yang diduga Ratna Sarumpaet bengkak dan memar.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku sempat menjenguk Ratna pada Minggu (30/9/2018) di rumahnya. enurut Fadli, Ratna mengalami penganiayaaan di area parkir mobil di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung pada 21 September 2018 lalu.

“Jadi beliau juga sedang recovery karena ada luka jahitan di bagian kepala, oleh oknum-oknum yang saya kira melakukan satu tindakan keji pada Mbak Ratna,” kata Wakil Ketua DPR ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Selain mengalami luka di kepala, lanjut Fadli, Ratna juga mengalami trauma. Pasca-kejadian pemukulan, Ratna enggan untuk menceritakan kejadian tersebut kepada koleganya.

Dalam pertemuan itu, Ratna juga tidak menceritakan kepada Fadli mengenai ciri-ciri pelaku pemukulan.

Namun, menurut Fadli, Ratna memperkirakan penganiayaan tersebut dilakukan oleh 2-3 orang.

“Mbak Ratna sendiri memang tidak ingin diekspos sebelumnya karena ingin proses recovery dan juga tentu juga saya yakin beliau juga mengalami trauma, tidak pernah menyangka dalam hidup beliau ada satu perlakuan seperti itu,” ujar Fadli.

“Penganiayaan itu dilakukan oleh mungkin 2-3 orang laki-laki, di parkiran, di luar mobil. Tapi mengenai detailnya saya belum tahu,” lanjutnya.

Foto-foto yang disebut Ratna Sarumpaet dalam keadaan babak belur menyebar di media sosial, seperti yang diunggah oleh Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean

Dalam foto yang diposting Ferdinand, tampak Fadli berdiri berdampingan dengan Ratna.

“Alhamdulillah, saat ini update terbaru. @fadlizon sudah bertemu @RatnaSpaet. Semoga lebih baik dan cepat pulih,” tulis Ferdinand di akun Twitter @LawanPolitikJKW.

Dan pada Selasa (2/10/2018) malam, Ratna menceritakan kronologi penganiayaan yang dialaminya kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

“Sore ini setelah agak pulih ia (Ratna Sarumpaet) melaporkan ke Pak Prabowo kejadian yang menimpanya. Pak Prabowo didampingi Pak Amien Rais dan Fadli Zon,” kata Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).

Menurut Nanik, Ratna dianiaya oleh tiga orang pada 21 September 2018 lalu di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat.

Malam itu, kata Nanik, Ratna baru saja menghadiri acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel. Kemudian Ratna naik taksi dengan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia.

“Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” tutur Nanik.

Setelah dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan, sehingga bagian samping kepalanya robek. Dengan sisa tenaga, Ratna mencari kendaraan menuju rumah sakit di Cimahi serta menelepon temannya seorang dokter bedah agar langsung ditangani.

Menurut pengakuan Ratna, lanjut Nanik, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan peristiwa yang dialaminya tersebut.

“Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi,” ucap Nanik.

“Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari. Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini di suatu tempat mbak Ratna menemui Pak Prabowo,” imbuhnya.

Keraguan netizen

Foto wajah yang diduga Ratna Sarumpaet mengalami lebam menuai pro dan kontra di media sosial. Tak sedikit netizen yang meragukan foto tersebut adalah Ratna Sarumpaet. Salah satunya Brigaldo Sinaga.

Di akun facebook-nya, Brigaldo Sinaga menuliskan:

“Insting detektifku bertanya. RS (Ratna Sarumpaet) dianiaya tanggal 21 September di Bandara Husein Bandung. Tapi mengapa baru sekarang diramaikan beritanya?

Alasannya RS takut dan trauma.

Bukankah semua orang tahu RS mengaku tidak punya rasa takut meski kehilangan nyawa dipertaruhkan? Apalagi RS dikenal sebagai aktivis sejak jaman baheula.

Saya masih menduga-duga bahwa kejadian penganiayaan ini bukan soal politik. Jika soal politik, kasus ini akan diledakkan sekeras-kerasnya oleh mereka karena mendapat keuntungan sebagai pihak yang terzolimi.

Tapi kita berharap RS secepatnya melaporkan kasusnya ini ke aparat yang berwajib agar duduk perkaranya bisa terang benderang kita ketahui. Bukan jadi isu liar yang tidak jelas juntrungannya”.

Lalu Brigaldo mengunggah foto yang membandingkan wajah Ratna Sarumpaet saat masih sehat dan foto wajah Ratna Sarumpaet dalam kondisi babak belur.

“Kalo dibandingkan dua bentuk wajah ini ada dua tanda yang sangat berbeda. Ratna Sarumpaet bentuk bibir bawah hidung aslinya tidak ada paritnya. Sedangkan foto di wajah lebam itu ada nampak parit.

Ratna Sarumpaet tidak punya tahi lalat di wajah dekat bawah hidung sebelah kiri. Sedangkan foto di wajah lebam ada tahi lalat,” tulis Brigaldo.

https://www.facebook.com/Birgaldo/posts/10212537607423963

Tak hanya Brigaldo, penyanyi Tompi pun turut angkat bicara soal kasus ini. Melalui akun Twitter @dr_tompi, musisi jazz sekaligus dokter bedah plastik itu membagikan postingan akun @eLfathir_ yang mengulas soal foto yang wajahnya babak belur tersebut.

Akun tersebut berspekulasi dengan memberikan kepsyen pada foto, “Silakan perhatikan wallpaper kamar RSK Bina Estetika milik dokter Sidik Setiamihardja ini. Kebetulan Ratna Sarumpaet ditangani langsung oleh dokter Sidik.”

Postingan ini pun diteruskan Tompi ke akun Mahfud Md. “[email protected] terjawab sudah,” tulisnya.

https://twitter.com/dr_tompi/status/1047153823897346048

https://twitter.com/dr_tompi/status/1047156474613456896

https://twitter.com/dr_tompi/status/1047133291462111233

https://twitter.com/dr_tompi/status/1047118859562405890

https://twitter.com/dr_tompi/status/1047015194923274240

Selain itu, netizen juga turut mengungkap, pada tanggal 21 September 2018, tanggal yang disebut-sebut sebagai waktu kejadian Ratna mendapat penganiayaan, laman twitter Ratna tampak aktif.

Ada 43 cuitan yang diunggah di akun Ratna (@ratnaSpaet) sejak tanggal 22 September 2019.

Pada tanggal 22 September Ratna mencuitkan mengenai hasil wawancaranya mengenai isu uang yang ditransfer untuk bantuan swadaya ke papua sebesar 23 T.

Cuitan Ratna Sarumpaet tanggal 22 September 2018. (Foto: Twitter @RatnaSpaet)

Baca: Ratna Sarumpaet Tuduh Pemerintah Jokowi Blokir Bantuan Papua Rp23 T

Dan postingan terakhir Ratna tercatat pada 30 September 2018. Ratna bicara mengenai Film G30S PKI.

Cuitan Ratna Sarumpaet tanggal 30 September 2018. (Foto: Twitter @RatnaSpaet)

Sedangkan Adam M. Nur membagikan postingan yang menguliti kejanggalan postingan dugaan penganiayaan Ratna.

https://www.facebook.com/adaminur/posts/1724905444302396

Sementara akun Ali Valentino mempertanyakan sikap diam Ratna yang biasanya galak.

“Ketika mobilnya diderek, dia teriak. Ketika kapal tenggelam dia teriak. Ketika kasus Kang Ahok dia teriak. Ketika relokasi dia teriak. Ketika reklamasi dia teriak. Ketika anak Presiden jualan pisang dia teriak.

Dan semua teriakannya untuk menjatuhkan Presiden. Dan menjelang Pilpres katanya dia dipukuli sampai babak belur, tiba-tiba dia DIAM dan tidak lapor polisi. Percaya?”

https://www.facebook.com/ali.valentino.7792/posts/741015699587913

Tanggapan polisi

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan soal dugaan penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet tersebut.

“Ratna Sarumpaet, kita belum mendapatkan laporan, hanya informasi katanya dia dianiaya tanggal 21 September, nah itu kan sudah lama, enggak ada laporan, ya kita enggak tahu,” kata Setyo, Selasa (2/10/2018).

Menurut Setyo, meski sudah berlangsung lebih dari satu pekan, namun Ratna masih bisa melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

Tapi, Setyo juga mengkhawatirkan lamanya waktu tersebut dapat mengubah hasil visum.

“Bisa bisa, cuma masalahnya nanti kalau divisum itu mungkin sudah sembuh kalau 10 hari,” ujarnya.

Baca: Titiek Soeharto Soal Ratna: di Zaman Orde Baru Apa Dengar Ada Aktivis Wanita Dianiaya?

Setyo juga membenarkan informasi bahwa pihaknya mencari keberadaan Ratna ke sejumlah rumah sakit yang ada di Bandung. Hal itu untuk melihat apakah Ratna Sarumpaet sempat mendapat perawatan medis.

“Kita melakukan pengecekan di sana (rumah sakit di Bandung) enggak tahunya yang bersangkutan sudah ada di rumah, dan katanya bertemu dengan Pak Prabowo, katanya,” jelasnya.

Dalam rilis Kapolda Jawa Barat yang dikutip dari Kompas.com, disebutkan bahwa tidak ditemukan laporan polisi atas nama Ratna Sarumpaet di Polrestabes Bandung dan 28 Polsek di Bandung.

Selain itu, polisi juga memeriksa 23 rumah sakit di Bandung dan tidak menemukan perawatan atas nama Ratna Sarumpaet.

Rumah sakit itu di antaranya:

  • RS Hasan Sadikin
  • RS Muhammadiyah
  • RSUDUjung Berung
  • RSHermina Arcamanik
  • RS Hermina Pasteur
  • RS Mitra Kasih
  • RSUD Cibabat
  • RSU Cililin
  • Rumah Sakit Kasih Bunda
  • RS UKM Taman Kopo Indah III
  • RS Dustira Kota Cimahi
  • RSUD Cikalong Wetan
  • RSU Cahaya Kawaluyan

Polisi juga mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak di bandara, maskapai penerbangan, taksi bandara dan lainnya untuk kasus ini.

Baca: Amien Rais Soal Ratna Sarumpaet: Negara Ini Semakin Tidak Menentu

Tanggapan pihak bandara

Berdasarkan informasi yang beredar, Ratna disebut mendapat penganiayaan di salah satu bandara di Bandung, Jawa Barat. Namun Executive General Manager Angkasa Pura II Andika Nuryaman mengatakan, tidak ditemukan ada peristiwa sebagaimana disebutkan itu.

“Enggak bener ah, itu enggak pernah kejadian di bandara,” katanya.

Bahkan pihaknya sudah memastikannya dengan memintai keterangan dari sejumlah pegawai di bandara bahwa tidak ada kejadian penganiayaan.

“Teman FC (staf), teman sekuriti, OIC (officer in charge), Personal, enggak ada (kejadian itu). Kan itu disebutin tanggal 21 tuh, enggak ada kejadiannya,” ujarnya kepada Kompas.com.

Baca juga: Fahri Hamzah: Berhentilah Kau Jokowi, Jangan Pimpin Kami Lagi

Loading...