Ekonomi dan Bisnis, Kriminal

Digugat Konsumen Proyek Reklamasi, Anies: Salah Saya Apa?

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Jurnalindonesia.co.id – Pemprov DKI Jakarta digugat secara perdata oleh 6 konsumen yang telah membeli lahan proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Alih-alih menjelaskan duduk persoalan, Gubernur Anies Baswedan malah mengaku heran dan menyatakan bahwa gugatan tersebut salah alamat.

“Lho, ini jelas salah alamat gugatan. Kenapa para konsumen reklamasi menggugat saya dan Pemprov DKI. Saya dan Pemprov DKI tidak mengurus jual beli pulau reklamasi, ini kan konteksnya transaksi antara penjual dan pembeli, ya selesaikan saja antara mereka,” ujar Anies di Balaikota, Senin (26/2).

“Yang berjualan anda, yang membeli anda, yang mencari untung anda, yang mencari manfaat anda terus kenapa tahu-tahu menggugat Pemprov? Justru itu jadi pertanyaan buat saya. Jadi mari kita hargai akal sehat, aturan dalam bertindak,” lanjut Anies.

Sebagaimana dikutip dalam detail perkara di laman situs PN Jakut Sipp.pn-jakartautara.go.id, ada enam konsumen yang menggugat Pemprov DKI dan PT Kapuk Naga Indah selaku pengembang reklamasi. Mereka adalah Agus Sugiarto Tamin, Handy Tamin, Suradi Tamin, Stevanus Wiliyan, Endro Weliyan, dan Yudarno.

Nama-nama penggugat Pemprov DKI dan PT Kapuk Naga Indah terkait reklamasi

Diketahui juga masing-masing penggugat telah menggelontorkan uang antara Rp2,7 miliar hingga Rp 8,4 miliar untuk membeli unit di Golf Islan atau Pulau D.

Dalam gugatannya, penggugat meminta majelis hakim menyatakan Pemprov DKI telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Mereka juga menuntut ganti rugi senilai uang yang telah mereka bayarkan ditambah Rp 10 miliar ke masing-masing penggugat.

“Menghukum tergugat II (Pemprov DKI) untuk membayar ganti rugi masing-masing sebesar Rp 10 miliar kepada para penggugat,” demikian petikan permohonan gugatan seperti dilansir dalam situs PN Jakut.

Sebelumnya, Anies juga menegaskan bahwa transaksi jual-beli antara konsumen dan pengembang reklamasi tidak berhubungan dengan Pemprov DKI. Sebab, kata dia, Pemprov DKI tidak mendapatkan keuntungan dari transaksi tersebut.

“Ya orang bisa menggugat siapa saja. Saya juga boleh saja menggugat Anda. Tapi kita juga bisa mikir apa relevansinya. Ya apa relevansinya saya digugat Anda, bukan? Saya punya kebebasan menggugat siapa saja. Tetapi apa relevansinya dalam konteks ini (reklamasi),” tegas Anies, Sabtu (24/2/2018).

“Yang berjualan Anda, yang membeli Anda, yang mencari untung Anda, yang mencari manfaat Anda. Terus, tahu-tahu kenapa ke Pemprov? Justru itu jadi pertanyaan buat saya,” imbuh dia.

Loading...