Daerah, Sulawesi

Dianggap Bertentangan dengan Syariat Islam, Pemkab Gorontalo Larang Perayaan Tahun Baru

Surat edaran Pemkab Gorontalo terkait pelarangan merayakan Tahun Baru.

Surat resmi yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, beredar di media sosial. Surat Edaran tersebut berisi larangan perayaan tahun baru 2018 di Kabupaten Bone Bolango. Alasannya, karena dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Kepala Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Bone Bolango, Rizal A Djunaidi, membenarkan edaran tersebut. .

Surat edaran dengan Nomor: 800/BKPPD/619/XII/2017 itu ditandatangi langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone Bolango, Ishak Ntoma atas nama Bupati Bone Bolango.

“Surat tersebut ditujukan kepada para Kakanwil Kementerian/Non Kementerian, para Kepala OPD, para Kepala Bagian Sekretariat Daerah, para pimpinan perguruan tinggi negeri/swasta, dan para pimpinan BUMN/BUMD/Perbankan di wilayah Kabupaten Bone Bolango,” ucap Rizal, Jumat, (29/12/2017).

Surat yang bertanggal 27 Desember 2017 tersebut berbunyi:

Dalam rangka menyambut tahun baru 2018, mengharapkan kepada para Kakanwil Kementerian/Non Kementerian, para Kepala OPD, para Kabag Setda, para pimpinan perguruan tinggi negeri/swasta, dan para pimpinan BUMN/BUMD/Perbankan mengintruksikan/mengimbau seluruh pegawai/karyawan/mahasiswa untuk tidak merayakan kegiatan/aktivitas malam tahun baru yang bertentangan dengan syariat Islam.

Intinya, menurut Rizal tidak ada perayaan pergantian tahun di lingkungan pemda dengan pesta kembang api.

“Kita juga berharap masyarakat Bone Bolango untuk tidak melakukan pesta dengan hura hura saat pergantian tahun 2018. Baiknya masyarakat melakukan zikir dan doa di masjid atau mushola di tempat tinggal masing-masing,” ujar Rizal.