Infotainment

Dhani Batal Jual Rumahnya Gara-gara Calon Pembelinya Ternyata “Ahoker”

Musisi Ahmad Dhani hadir di sidang mengenakan kaus #2019GantiPresiden
Musisi Ahmad Dhani hadir di sidang mengenakan kaus #2019GantiPresiden

Jurnalindonesia.co.id – Ahmad Dhani dikabarkan telah berhasil menjual rumahnya seharga Rp12 miliar ke seorang pengusaha. Namun, pada Selasa (14/8/18), musisi yang kini banting setir jadi politikus itu mengaku membatalkan penjualan rumah tersebut.

Kabar tentang penjualan rumah awalnya disampaikan oleh Dhani sendiri. Pada saat itu beredar kabar jika uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk keperluan kampanyenya sebagai calon legislatif dari Partai Gerindra di Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo.

Namun Dhani membantah kabar tersebut. Pendiri Republik Cinta Production itu mengaku, uang hasil penjualan rumah akan digunakan untuk membiayai kebutuhan kampanye Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Langkah itu diambil Dhani sebagai bentuk dukungannya untuk Prabowo.

“(Jual rumah untuk) biaya kampanye Pak Prabowo Subianto,” kata Dhani, Senin (6/8/2018).

Beberapa hari kemudian, Dhani mengatakan bahwa rumah itu sudah berhasil terjual ke tangan seorang pengusaha batu bara. Saat itu, kata dia, sedang dalam proses pembayaran.

Namun, pada Selasa (14/8/18), Dhani mengungkap fakta lain. Dia mengaku membatalkan penjualan rumahnya itu.

Pada awalnya, belum diketahui dengan pasti siapa pembeli rumah mewah milik pentolan band Dewa 19 itu. Dhani hanya menyebut dia seorang pengusaha batu bara.

Ternyata, baru diketahui bahwa identitas pembeli rumah itulah yang menjadi alasan Dhani membatalkan kesepakatan jual beli rumah tersebut.

Dhani mengungkap, pembeli rumah mewah miliknya adalah seorang pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mengetahui kalau pembeli rumahnya adalah seorang ‘Ahoker’, suami dari Mulan Jameela itu pun tak ragu lagi langsung membatalkan transaksi jual beli.

“Hari ini transaksi batal gara-gara debat politik, ternyata terkuak calon pembeli terus membela Ahok dalam setiap perdebatan. Padahal sudah mau sama-sama ke notaris,” tutur Dhani, sebagaimana dilansir Okezone.

Dhani pun mengaku tidak masalah jika transaksi tersebut dibatalkan asal tidak menjualnya ke orang dengan status ‘Ahoker’ itu.

“Enggak ada masalah batal daripada dibeli Ahoker,” ujarnya.