Daerah, DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Desain Skybridge Tanah Abang Sudah Jadi Namun Belum Ada Koordinasi dengan KAI

Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, yang ditutup untuk menampung pedagang kaki lima (PKL)
Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, yang ditutup untuk menampung pedagang kaki lima (PKL), Jumat (22/12/2017). (Foto: tirto.id/Andrey Gromico)

Jurnalindonesia.co.id – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membangun jembatan penghubung antar gedung di atas Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat (atau yang disebut skybridge) ternyata belum dikoordinasikan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Padahal, jembatan ini menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Blok F Pasar Tanah Abang.

“Saya belum tahu, belum ada (sosialisasi ke PT KAI),” kata Senior Manajer Aset PT KAI Daerah Operasi I Jakarta, Tanang, kepada wartawan, Jumat (8/6/2018).

Tanang mengaku, pihaknya mengetahui rencana pembangunan skybridge dari rapat beberapa bulan lalu dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Meski demikian dia belum mengetahui desain skybridge yang akan dibangun.

Padahal, imbuh Tanang, PT KAI juga berencana mengembangkan stasiun menjadi transit oriented development (TOD).

“Itu di-TOD-kan bersamaan, tidak boleh mengganggu (desain dan konstruksi),” ucap Tanang.

Dimintai konfirmasi soal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru melemparkannya ke pihak PD Pembangunan Sarana Jaya.

“Tanya ke Pak Yoory (Yoory Pinontoan, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya),” kata Anies.

Sedangkan Yoory sendiri mengatan, pihaknya belum berkoordinasi dengan PT KAI lantaran hanya ditugasi membangun. Namun ia tak khawatir dengan minimnya koordinasi itu.

“Sementara skybirdge belum bersinggungan langsung dengan konsep KAI. Jika bersingungan akan disesuaikan,” ucap Yoory.

Baca juga: Polisi Beri Waktu hingga Lebaran untuk Anies Buka Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang

Pembangunan skybirdge ini rencananya akan dimulai pada 3 Agustus 2018 mendatang. Saat ini, desain dari jembatan penghubung antar gedung itu sudah disetujui oleh Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pembangunan jembatan sepanjang 386,4 meter dengan lebar 12,6 meter ini ditargetkan selesai dalam 2,5 bulan, atau tepatnya tanggal 15 Oktober 2018. Di lokasi tersebut nantinya bisa menampung hingga 446 pedagang.

Jembatan ini akan menghubungkan Blok F dengan stasiun hingga halte TransJakarta. Anggaran pembangunan skybridge sebesar Rp 35 miliar.

Adapun proyek skybridge ini adalah bagian dari penataan kawasan Tanah Abang tahap kedua. Pada Juli, Pemprov DKI akan segera mengumumkan konsep penataan Tanah Abang tahap ketiga.

Lihat desain skybridge pada gambar berikut:

Desain skybridge yang menghubungkan Blok F dengan stasiun hingga halte TransJakarta. (Foto: istimewa)

Desain skybridge

Desain skybridge yang menghubungkan Blok F dengan stasiun hingga halte TransJakarta. (Foto: istimewa)

Desain skybridge

Desain skybridge yang menghubungkan Blok F dengan stasiun hingga halte TransJakarta. (Foto: istimewa)

Desain skybridge yang menghubungkan Blok F dengan stasiun hingga halte TransJakarta. (Foto: istimewa)