Uncategorized

Curiga Dijebak, FPI Serukan Pemulangan Habib Rizieq

Jurnalindonesia.co.id – Front Pembela Islam (FPI) menduga ada operasi khusus untuk menjebak Imam Besar Rizieq Shihab terkait terpasangnya bendera misterius mirip bendera ISIS di depan rumahnya. CCTV disebut hilang sebelum orang misterius memasang bendera itu. Sekretaris Umum FPI sekaligus juru bicara Habib Rizieq, Munarman, pun menyerukan kepada segenap simpatisan, untuk menggaungkan pemulangan Rizieq Shihab ke Tanah Air.

“Ayo… sudah saatnya kini kita gaungkan di seluruh pelosok negeri: Kembalikan Habib Rizieq ke Indonesia,” tegas Munarman.

Munarman menilai, jebakan yang ditujukan terhadap Habib Rizieq, muncul karena bergulir wacana besar: Reuni Akbar 212. Pekan-pekan menjelang reuni akbar pada 2 Desember itu, kata dia, eskalasi gangguan dan intimidasi kepada Habib Rizieq semakin besar.

“Mohon doakan semoga Allah SWT selalu melindungi Habib Rizieq Shihab dari fitnah dan kejahatan musuh-musuhnya,” ujar Munarman.

Sebelumnya, KBRI di Riyadh membenarkan bahwa Muhammad Rizieq Syihab atau Habib Rizieq diperiksa oleh Kepolisian Arab Saudi di Makkah karena bendera yang diduga mirip ISIS terpasang di rumahnya di Mekkah. Namun, saat ini imam besar FPI itu telah dibebaskan oleh otoritas setempat dengan jaminan dari Pemerintah RI.

Baca: Dubes Khawatir Kasus Rizieq Ditangani Lembaga “Superbody” Kerajaan Saudi

Tapi, Munarman membantah hal tersebut dilakukan oleh Habib Rizieq. “Bendera dipasang oleh tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap Habib Rizieq Shihab di Mekkah saat ini,” tutur Munarman, Rabu (7/11).

Munarman menjelaskan, Habib Rizieq pada waktu itu sedang beristirahat di rumahnya. Rizieq dikatakan sudah dua hari terkena flu berat dan demam tinggi, seusai Salat Subuh dan sarapan pagi bersama keluarga, meminum obat dan tidur.

“Namun, tak lama beristirahat beliau dibangunkan putri dan istrinya yang terkejut meihat dari jendela lantai atas rumah sudah banyak aparat keamanan Saudi di luar,” ucap munawar.

Baca: Sempat Ditahan, Rizieq Dilepas Aparat Keamanan Saudi dengan Jaminan

Munarman menuturkan, mendapati situasi tersebut, Habib Rizieq segera bangun dalam kondisi masih lemah dan langsung turun menemui pihak keamanan Arab Saudi. Tak hanya itu, Rizieq juga memberikan pesan kepada keluarga agar mengunci pintu rumah dengan rapat dan jangan ada yang keluar rumah apa pun alasannya.

“Saat terjadi perbincangan antara Habib Rizieq dengan aparat keamanan Arab Saudi, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah kediaman beliau, ada orang yang membidik dengan kamera super canggih dari jarak sekitar 40 sampai 50 meter. Ini diiketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari orang yang menjaga rumah Habib Rizieq selama ini,” ucap Munarman.

Belum ada satu jam Rizieq dibawa oleh Kepolisan Saudi, kata dia, salah seorang asisten pribadi Habib Rizieq di Makkah mendapat kontak dari salah seorang pegawai Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh menanyakan tentang kondisi imam besar FPI itu. “Dan dijawab oleh asistennya bahwa beliau baik tanpa menceritakan apa yang sedang terjadi. Saat itu, berita kejadian tersebut belum ada yang mengekspose sama sekali, tapi sudah ada kontak dari KBRI di Riyadh. Apa ini sebuah kebetulan?,” ujar Munarman.

Beberapa jam kemudian, kata dia, foto tentang keberadaan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di rumah Rizieq menjadi viral di grup-grup aplikasi percakapan Whatsapp (WA). Tak hanya itu, foto-foto itu juga disertai narasi bahwa Habib Rizieq memasang bendera ISIS.

Baca: Kapitra: Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Saudi Terkait Bendera Tauhid

Menurut Munarman, kamera pengawas (CCTV) sebetulnya telah dipasang di kediaman Rizieq untuk mengawasi keadaan di sekitar rumahnya. Akan tetapi, kamera CCTV tersebut telah dicuri orang beberapa saat sebelum kejadian.

“Dan hari ini akhirnya terjawab tujuan pencurian kamera CCTV tersebut, yaitu supaya tidak diketahui siapa orang-orang yang menyatroni rumah Habib Rizieq secara diam-diam lalu melakukan penjebakan,” tuturnya.

Kemlu mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menginstruksikan Pejabat Fungsi Konsuler Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk melakukan penelusuran terkait kasus yang dialami Habib Rizieq ini.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah juga disebut telah memberikan pendampingan kekonsuleran bagi Rizieq sebagaimana yang selalu diberikan perwakilan RI di luar negeri terhadap seluruh warganya (WNI).

“Dari hasil penelusuran diperoleh konfirmasi bahwa Habib Rizieq sedang dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi di Makkah, atas dasar laporan warga negara Saudi yang melihat bendera yang diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di depan rumah MRS di Makkah,” bunyi keterangan Kemlu RI.

Kemlu menyatakan berdasarkan informasi terakhir yang diterima, Rizieq telah diizinkan otoritas Saudi untuk pulang ke rumahnya pada Selasa sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Loading...