Nasional, Politik

Cerita Rocky Gerung Diseruduk Babi Hutan, Terobati Berkat AKBP Abdulrahman

Rocky Gerung (kiri) dan Ratna Sarumpaet (kanan). (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung, bersama Ratna Sarumpaet hadir dalam acara diskusi yang diadakan oleh Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Lampung, Sabtu (8/9/2018).

Hadir pula dalam diskusi tersebut Wadir Bimas Polda Lampung AKBP Abdulrahman Napitupulu mewakili Kapolda Lampung Brigjen Pol Purwadi.

Dalam diskusi bertema ‘Menangkan Kembali Pancasila dan UUD 1945 sebagai Dasar Falsafah Berbangsa dan Bernegara’ itu, Rocky sempat menceritakan pengalaman buruknya diseruduk seekor babi hutan di Lampung. Namun, kata Rocky, hal itu terobati setelah bertemu dan berdiskusi dengan Abdulrahman Napitupulu.

“Saya terkejut dan tersihir dengan pemaparan Wadir Bimas Polda Lampung AKBP Abdulrahman Napitupulu,” kata Rocky, seperti dilansir RMOLLampung.

Apa yang diungkapkan Rocky seakan menggambarkan apa yang dialami dirinya dan aktivis lainnya saat berkunjung ke suatu daerah. Di kesempatan tersebut, Rocky memuji Abdulrahman sebagai polisi hebat.

“Saya punya pengalaman buruk dengan Lampung tentang babi hutan. Tapi, setelah bertemu Wadir Bimas Polda Lampung, pengalaman buruk terobati karena kecerdasannya,” ungkap Rocky.

Baca juga: Rocky Gerung: Saya di TV Diusir, ke Gunung Diomelin

Dikatakan Rocky, Indonesia meraih kemerdekaan dengan kenekatan, naluri untuk bebas. “Kembali ke babi hutan, saya teringat kembali dengan main seruduk terhadap mental babi hutan, yang nyeruduk dengan menghalangi kebebasan saya untuk datang berdiskusi dan berkumpul di beberapa tempat,” katanya.

Untuk itu, Rocky mengajak masyarakat kembali berfikir dengan menegakkan mental kebangsaan yang baik. Dalam Pancasila ada moniteisme, pasal pertama. Ada lima agama, yang semuanya tidak berasal dari Indonesia. “Pikiran import,” ucapnya.

Kemudian, pasal kedua, berasal dari Revolusi Prancis. “Jadi seluruh wacana Pancasila adalah pemikiran dunia,” katanya.

Menurut Rocky, Pancasila adalah tata bahasa politik warga negara, bukan hanya negara, tapi warga negara. Berbeda pikiran, katanya, adalah awal perdebatan, pertengkaran. Beda agama tidak membuat bertengkar.

Rocky menambahkan, kebangsaan kerap menjadi promotor konflik di dunia. Untuk itulah, perlu adanya pemikiran yang baik.

Sementara, AKBP Abdulrahman Napitupulu terlebih dulu mengucapkan selamat atas pelaksaan kegiatan diskusi tersebut.

“Bangsa ini dibangun atas perbedaan. Kita besar dan kuat karena adanya perbedaan,” ujarnya.

Baca juga: Acara Diskusi Ditolak Massa, Ratna: Tito Karnavian Berhenti Saja dari Kapolri

Abdulrahman juga menyampaikan terima kasih kepada Ratna Sarumpaet. Dengan etnis dan bahasa yang beragam, Indonesia tetap bersatu menjaga perbedaan.

Abdulrahman mengatakan, selama ini Ratna Sarumpaet terkenal berapi-api. Tapi cintanya terhadap negara ini sangat luar biasa saat tengah masifnya anti-pancasila.

Ketua Presedium GSI Lampung, Gunawan Parikesit, mengatakan bahwa diskusi sengaja mengundang pihak Polda Lampung agar wacana diskusi semakin luas.

“Diskusi ini merupakan ruang untuk membuat kita lebih melihat apa sesungguhnya yang terjadi, dan apa kemudian yang harus kita perbuat ke depan,” katanya.

POJOK SATU