Kriminal, Nasional

Cerita Marwah Daud Tentang Awal Mula Ketertarikannya dengan Padepokan Dimas Kanjeng

Marwah Daud Ibrahim
Marwah Daud Ibrahim

Jurnalindonesia.id –  Marwah Daud Ibrahim, pendiri ICMI ini merupakan santri dari Padepokan Dimas Kanjeng. Doktor di bidang politik lulusan Amerika Serikat ini bergabung sejak 2011 lalu setelah diajak temannya.

Marwah bertutur dia melakukan istikharah dan mempelajari sampai 1 tahun soal Dimas Kanjeng ini hingga akhirnya bergabung menjadi santri.

“Saya juga memiliki database soal santri-santri lainnya,” jelas Marwah, Selasa (27/9/2016).

Marwah bertutur, biasanya dia beraktivitas di padepokan Dimas Kanjeng sebulan sekali. Ada pengajian dan juga khataman alquran.

“Saya ketemu santri yang dari Jepang, Australia, Kanada, Malaysia. Mereka macam-macam profesi,” sambungnya.

Santri itu WNI dan mereka berpendidikan. Jadi tentu tidak asal bergabung dengan Dimas Kanjeng.

Lalu apakah ada jenderal TNI atau polisi yang ikut?

“Saya tidak bisa katakan, pokoknya database-nya ada di saya, ada ahli keuangan, ahli hukum, dan lainnya.” terang dia.

“Jadi karomah yang dimiliki Dimas Kanjeng ini karena kuasa Allah,” tegas dia.

Baca: Marwah Daud Ibrahim: Dimas Kanjeng Tidak Menggandakan Uang Tapi Menghadirkan, Itu Karomah

Marwah juga mengungkapkan, Dimas Kanjeng mengajarkan agar taat perintah agama dan perintah negara.

“Beliau orang yang humble, ini padepokan itu milik santri. Rumahnya juga biasa-biasa saja,” tegas dia.

Marwah mengungkapkan dirinya melihat langsung kemampuan Dimas Kanjeng yang disebutnya sebagai karomah. Marwah mengungkapkan di zaman nabi Sulaiman ada orang suci yang bisa memindahkan singgasana Ratu Balqis sebelum nabi Sulaiman berkedip.

“Kalau orang belum kenal pasti menyebut itu ada bantuan tak kasat mata,” tutupnya.

Dimas Kanjeng memiliki padepokan di Probolinggo. Lewat YouTube dia dikenal dengan videonya yang mengambil uang dari balik tubuhnya. Dimas kemudian ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan dua santrinya. Dia kini ditahan polisi. Dimas juga dilaporkan sejumlah orang atas kasus penipuan terkait penggandaan uang.

 

Loading...