Nasional

Cerita Mahfud MD Tentang Humor KH Hasyim Muzadi di Depan Narapidana

Almarhum K.H. Hasyim Muzadi saat menjawab pertanyaan wartawan usai menemui pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/6). (Foto: ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Koz/pd/13)

Jurnalindonesia.id – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengaku sangat terpukul dengan kepergian KH Hasyim Muzadi.

Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu meninggal dunia Kamis (16/3/2017) pagi ini. (Baca: Mengharukan, Ini Alasan KH Hasyim Muzadi Minta Dimakamkan di Al-Hikam Depok)

Menurut Mahfud, KH Hasyim bukan sekadar tokoh NU, tapi juga tokoh bangsa. Bagi Mahfud, Kiai Hasyim adalah sosok yang mampu memberi tauladan hidup sebagai orang Islam dan Indonesia sekaligus.

Dalam jati diri Kiai Hasyim, Mahfud menjelaskan, keislaman dan keindonesiaan terlihat sebagai satu paduan yang harmonis, tidak konfrontatif.

“Pak Hasyim itu bukan sekadar tokoh NU tapi tokoh bangsa karena dia menguatkan bangunan toleransi di Indonesia. Saya kira itu yang tidak dibantah dari Kiai Hasyim,” ujar Mahfud saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/3/2017).

Mahfud juga mengenang KH Hasyim Muzadi sebagai sosok yang humoris. Itu terlihat ketika Kiai Hasyim menanggapi berbagai fenomena sosial terkini, yang selalu ditanggapi dengan humor ringan.

Contohnya, menurut Mahfud, saat Kiai Hasyim menanggapi cerita Dimas Kanjeng yang mampu menggandakan uang. Kiai Hasyim lantas menanyakan, kalau Dimas Kanjeng bisa menggandakan uang kenapa malah mengumpulkan uang dari orang lain untuk digandakan.

Mbok sudah, punya uang Rp 100 ribu gandakan sendiri dan hasil gandaannya digandakan lagi kan jadi banyak, enggak usah mengundang orang menggandakan uangnya. Lalu kalau bisa begitu kan bisa dibagi-bagi,” ucap Mahfud menirukan gaya bercerita Kiai Hasyim.

“Nah itu kan lucu caranya. Orang kan mengerti tetapi tidak dengan menghardik-hardik. Paham orang. Oh, sebenarnya logikanya seperti itu lalu dijelaskan dari sudut pandang agama oleh beliau,” kata Mahfud.

Mahfud pun bercerita saat KH Hasyim Muzadi berceramah di hadapan para narapidana. Saat itu Mahfud melihat Kiai Hasyim begitu lepas meledek para narapidana.

“Beliau bilang, ‘Orang itu harus hidup dengan lurus, ndak jadi penjahat kaya kamu itu. Kalau wajahmu kriminil gitu kan tidak bagus bagi masyarakat, tidak bagus bagi agama’. Sambil ketawa orang yang mendengarkannya, baru setelah itu beliau beri nasehat,” kata Mahfud.

“Coba kalau yang bilang bukan Hasyim Muzadi, pasti dikeroyok itu,” lanjut Mahfud diiringi tawa kecil.

Karena sisi humorisnya tinggi, Mahfud mengatakan bahwa KH Hasyim Muzadi “klop” sekali kalau sudah bertemu almarhum Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Keduanya kerap bertukar humor dan membuat orang yang mendengarkan ikut tertawa.

“Sehingga yang saya senang kalau Pak Hasyim ketemu Gus Dur, itu saling tukar humor saja. Itu sangat menyenangkan bagi saya dan saya ikut tertawa,” tutur Mahfud yang juga mengaku sebagai warga NU.

(Baca juga: Foto Kenangan Jokowi Oleskan Minyak Kayu Putih ke Kaki Hasyim Muzadi)

Karena itu Mahfud mengaku sangat kehilangan sosok Kiai Hasyim.

Dua minggu sebelum Kiai Hasyim tutup usia, Mahfud sempat menjenguknya. Mahfud mengaku hampir tak mengenali wajah Kiai Hasyim saat itu yang sudah kurus dan tak lagi jenaka.

“Saya mau menangis karena orang ini orang kocak kok jadi tidak berdaya, Saya kira kita semua merasa kehilangan, kehilangan tokoh bangsa,” tutur Mahfud.