Daerah, Jawa Barat

Cerita di Balik Foto Pria Telanjang Dada yang Lari di Samping Jokowi saat Touring

Pemuda bertelanjang dada saat mengejar Presiden Jokowi naik motor di Sukabumi
Foto: Antara

Jurnalindonesia.co.id – Foto bidikan jurnalis Antara yang memperlihatkan seorang pria memakai topi bertelanjang dada dan celana pendek biru mengejar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat naik motor Chopperland di Sukabumi, viral dan menjadi perbincangan luas.

Pria itu bernama Aryanto. Pemuda berusia 19 tahun yang kerap disapa Bona itu mengaku sudah menunggu kedatangan rombongan Jokowi sejak pagi, Minggu (8/4).

“Itu spontanitas saja, karena greget pengen colek Presiden Jokowi. Saya pikir awalnya bohong pak presiden mau lewat pakai motor, begitu melihat rombongannya lewat saya spontan langsung lari dan mendekat ke motor paling depan,” kata Bona kepada detikcom di kediaman kakaknya di Kampung Nagrog, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Selasa (10/4/2018).

Bona yang mengaku berprofesi sebagai kuli bangunan itu baru saja selesai bekerja di rumah kakaknya. Begitu melihat Jokowi dan rombongan touring motor melintas di Jalan Raya Citarik, Bona yang saat itu bertelanjang dada serta menggunakan kolor dan topi, langsung memasang ancang-ancang.

Posisi Jokowi berada paling depan. Sementara di barisan belakang ada Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama sejumlah pegiat komunitas motor.

“Saya tahu saja pernah lihat di televisi, jadi tahu selintas juga. Begitu melihat yang paling depan itu Jokowi, saya buru-buru lari nyusul dan kena deh (menyentuh tangan Jokowi),” ucapnya.

Aryanto alias Bona

Aryanto alias Bona. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Menurut Bona, sebenarnya tangannya tidak sengaja mengenai Jokowi. Justru respons Jokowi yang langsung melambaikan tangan yang membuat Bona berhasil towel orang nomer satu di Indonesia itu.

“Saya enggak sampai kena, tapi tangan pak Jokowi yang naik ke atas sampai akhirnya mengenai tangan saya. Saya senang, walau sekadar bersentuhan ini jadi sesuatu yang akan dikenang seumur hidup,” ucap Bona bangga.

Apakah ditegur aparat keamanan? “Enggak, karena setelah towel, saya kembali ke tempat duduk. Setelah itu enggak ada yang nyamperin,” katanya.

Aryanto alias Bona

Aryanto alias Bona. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Menurut pengakuan Bona, ada keinginan di balik aksi nekat tersebut. Dia berharap Jokowi yang naik motor Chopperland bersedia turun dan menyempatkan diri untuk berfoto dengannya.

“Saya ingin peluk pak Jokowi, terus foto-foto sambil meluk,” tutur Bona.

Dia pun siap pinjam handphone milik tetanggana untuk foto kalau Jokowi bersedia turun dari motor. Sebab, dia mengaku tidak memiliki telepon genggam berkamera.

“Teleponnya enggak punya. Tapi kalau bapak presiden mau berhenti, saya cari dulu teleponnya lalu foto-foto,” ujarnya.

Aryanto alias Bona.

Aryanto alias Bona. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Bona pun senang setelah mengetahui aksinya tersebut terekam kamera wartawan dan viral. Dia mengetahui foto tersebut dari media sosial. Tampak Bona berlari dan melompat dengan ekspresi riang.

“Saya kejar, terus lompat begitu sudah dekat dengan presiden. Enggak kena, tapi kebetulan pak Jokowi ngangkat tangan buat melambai, kena deh (menyentuh tangan Jokowi),” kata Bona.