Nasional

Bukan Pribadi Alisudarso, Inilah Pilot yang Izinkan Neno Gunakan Mik Pesawat

Lion Air
Ilustrasi: pesawat Lion Air

Jurnalindonesia.co.id – Media sosial ramai diperbincangkan isu yang menyatakan bahwa pilot yang memberi izin kepada Neno Warisman untuk menggunakan public address system (PAS) atau mikrofon pesawat adalah kapten Pribadi Alisudarso.

Sosok Pribadi Alisudarso semakin jadi sorotan setelah warganet ramai-ramai menyebar profil dirinya. Dalam screenshot profil Facebook yang beredar di media sosial, tertulis Kapten Pribadi Alisudarso adalah pilot Lion Air yang tampaknya mendukung Aksi 212.

Foto: istimewa

Foto: istimewa

Atas dasar itulah warganet berpikiran mengapa Alisudarso mau memberikan izin Neno Warisman menggunakan fasilitas PAS di kabin pesawat Lion Air JT297 rute Pekanbaru-Jakarta pada Sabtu (25/8/2018) lalu.

Namun yang paling disorot dari sosok Kapten Alisudarso adalah salah satu unggahan komentarnya di media sosial mengenai niat mati syahid.

Foto: istimewa

Foto: istimewa

Warganet pun mengaku khawatir dan meminta Lion Air segera memberi klarifikasi.

Tanggapan Lion Air

Pihak maskapai Lion Air pun akhirnya angkat bicara terkait isu tersebut. Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa pilot yang menerbangkan pesawat JT297 yang membawa Neno Warisman dari Pekanbaru ke Cengkareng bukanlah Kapten Pribadi Alisudarsono.

“Penerbangan JT297 yang membawa 176 (seratus tujuh puluh enam) penumpang dan diawaki oleh 2 (dua) orang penerbang yaitu Capt Djoko Timboel S dan Mirza Marenda,” kata Danang, Rabu (29/8/2018).

Namun saat ditanya detikcom apakah kapten Pribadi Alisudarsono merupakan pilot di Lion Air, Danang tidak menjawabnya. Dia hanya menegaskan bahwa Pribadi bukan pilot yang menerbangkan JT297 yang membawa Neno pada Sabtu (25/8/2018) itu.

Sebelumnya, Danang menegaskan bahwa pihak Lion Air telah memberi sanksi kepada pilot dan awak kabin yang memberi izin kepada Neno Warisman untuk menggunakan PAS. Pilot dan awak kabin tidak diperbolehkan terbang atau grounded.

“Persetujuan dan atau pemberian izin kepada seseorang yang bukan awak pesawat dalam menggunakan peralatan yang ada di pesawat dan yang hanya boleh dioperaskan atau digunakan oleh awak pesawat tidak boleh terjadi. Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran ketentuan pengoperasian pesawat perusahaan dan peraturan perusahaan, Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin yang memberikan izin penggunaan peralatan PA, berupa tidak boleh terbang atau grounded. Kejadian tersebut juga telah kami laporkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” kata Danang.

Baca: Izinkan Neno Pakai Mik Pesawat, Lion Air Jatuhkan Sanksi ke Pilot dan Awak Kabin

Cerita Neno

Penerbangan JT297 menjadi perbincangan setelah Neno Warisman bikin ulah dengan menggunakan mikrofon pesawat atau public address system (PAS) untuk bercerita kepada penumpang mengenai peristiwa yang menimpa dirinya. Neno juga meminta maaf karena penerbangan tertunda akibat peristiwa yang menimpanya itu.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/8/2018) malam. Neno yang sedianya ikut aksi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, akhirnya dipulangkan ke Jakarta setelah mendapat penolakan dari warga.

Neno dan rekan-rekannya kemudian terbang dengan pesawat Lion Air JT297 pada pukul 22.30 WIB. Di pesawat itulah ternyata dia sempat memakai PAS yang biasa dipakai pramugari untuk memberikan pengumuman penting terkait penerbangan.

Aksi Neno itupun berbuntut panjang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa tindakan Neno tersebut menyalahi aturan.

Kemenhub juga menyatakan pilot dan awak kabin pesawat Lion Air JT-297 rute Pekanbaru-Jakarta ikut salah karena telah mengizinkan Neno menggunakan PAS. Kemenhub pun melayangkan teguran kepada Lion Air untuk menjatuhkan sanksi kepada pilot dan awak kabin.

Sebagai tindak lanjut, Lion Air langsung memberi sanksi kepada awak pesawat. Dua pilot dan lima orang awak kabin tidak diperbolehkan terbang alias grounded.

Baca: Gunakan Mikrofon Pesawat, Neno Warisman Bisa Diancam 1 Tahun Penjara

Kronologi

Dalam penjelasan yang disampaikan Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, Neno mulai berbicara menggunakan PAS sesaat setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.

“Setelah pesawat terbang beberapa menit dan tanda dikenakan sabuk pengaman dipadamkan, salah satu penumpang meminta izin kepada awak kabin untuk menggunakan alat PAS guna menyampaikan atau mengumumkan sesuatu kepada penumpang lain,” kata Danang lewat keterangan tertulisnya, Selasa (28/8/2018).

Awak kabin yang bertugas di bagian depan mengizinkan Neno. Kemudian, sebagaimana terlihat di video yang beredar, Neno meminta maaf kepada para penumpang dan berbicara tentang pengadangan yang dialaminya saat akan menggelar deklarasi gerakan #2018GantiPresiden di Pekanbaru.

“Permintaan itu dikabulkan dan diizinkan oleh awak kabin yang bertugas di bagian depan. Penumpang tersebut memanfaatkan peralatan PAS dimaksud untuk berbicara dan komunikasikan hal-hal yang ingin disampaikan kepada penumpang lainnya,” ujar Danang.

“Pada saat penumpang tersebut berbicara, waktu yang bersamaan ada penumpang lain yang mengambil gambar atas kejadian tersebut dan disebarluaskan setelah mendarat di Soekarno-Hatta, sebagaimana gambar dan video yang beredar luas di masyarakat,” lanjut Danang.

Baca juga: Terkait Ulah Neno Pakai Mik Pesawat, Komisi V DPR: Sanksi ke Lion Air Sangat Tepat