Kriminal

Brigadir K Penembak Mobil di Lubuklinggau Masih Ada Hubungan Keluarga dengan Korban

lubuklinggau
Ceceran darah dan pecahan kaca mobil Honda City warna hitam BG 1488 ON usai ditembak oknum kepolisian. (Foto: Ansyori Malik/Sumatera Ekspres/JawaPos)

Jurnalindonesia.id – Brigadir K, oknum anggota satuan Sabhara Polres Lubuklinggau, pelaku penembakan sedan Honda City Hitam bernomor polisi BG 1488 ON, ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Fakta tersebut terungkap dalam pemeriksaan Bid Propam Polda Sumatera Selatan (Sumsel) sebagaimana penuturan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga.

“Informasi yang kita dapatkan di rumah duka seperti itu, masih ada hubungan keluarga. Baru tahu keluarga setelah kejadian ini. Tapi pengusutan kasus terhadap anggota ini masih tetap berjalan. Sesuai dengan komitmen,” ujar AKBP Hajat Mabrur Bujangga, dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (20/4).

Baca juga: Brigadir K Berondong Sedan Honda City Menggunakan Senapan Serbu

Untuk saat ini, kata Hajat, pihak Polres Lubuklinggau masih fokus pada para korban yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Sobirin Kabupaten Mura di Lubuklinggau. “Para korban sementara ini masih dirawat terus kita monitor,” ungkapnya.

Hajat mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Ya kita akan lakukan itu. Nunggu jadwalknya nanti. Yang jelas setelah ada tim. Sementara ini masih kita lakukan pemeriksaan sama saksi. Nanti olah TKP dibantu dari tim labfor,” tuturnya.

Selain memberikan atensi terhadap korban, jajaran Polres Lubuklinggau dan Polda Sumsel masih terus intensif melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penembakan, yakni Brigadir K. Polisi masih menyelidi kasus penembakan ini apakah tindakan Brigadir K menyalahi aturan atau tidak.

“Terhadap pelaku oknum anggota ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif dari Propam di-backup oleh Polda,” tegasnya.

“Kalau memang menyalahi, pastinya akan diberikan tindakan tegas,” bebernya.

Baca: Insiden Penembakan di Lubuklinggau, Duh…Ternyata Polisi Menembak Setelah Mobil Itu Berhenti

Soal razia itu sendiri, Hajat menegaskan, bahwa hal tersebut sudah sesuai prosedur.

Sebagaimana diketahui, kasus penembakan terhadap mobil Honda City itu mengkibatkan enam dari delapan penumpang menjadi korban. Masing-masingnya Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, tertembak pundak kanan. Genta (2), anak Novianti, tertembak kepala samping kiri.

Kemudian, Surini (54), warga Rejang Lebong (ibunda Dewi Erlina), meninggal dunia setelah mengalami tiga tembakan di dada. Lalu, Indrayani (33), warga Rejang Lebong, tertembak leher depan (kritis) dan dirujuk ke RSMH Palembang. Serta Diki (30), sopir, warga Rejang Lebong, tertembak di perut kiri. Sedangkan 2 penumpang lainnya, Sumarjono (S) dan Galih luput dari tembakan.