Pendidikan, Politik

BPN Lepas Tangan soal Video Siswa SD Nyanyi Lagu Prabowo-Sandi

Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo
Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo. (Foto: Dok. DPR)

Beredar di media sosial video siswa sekolah dasar (SD) menyanyikan lagu ‘Pilih Prabowo-Sandi’. Dalam video tampak siswa satu kelas mengenakan seragam sekolah kompak bernyanyi sembari menggerak-gerakkan tangannya.

Ada pula siswa yang berpose dua jari simbol khas pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Ayo kita pilih Prabowo-Sandi,” demikian penggalan lirik dari lagu yang dinyanyikan para siswa tersebut.

Menanggapi video tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengaku tak tahu-menahu perihal peristiwa itu.

“Saya katakan kalau ini harus dicari tahu siapa yang mengajarkan, menyuruh, dan memvideo. Pastinya tidak ada urusan dengan BPN,” ujar juru bicara BPN, Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo (Sara), kepada wartawan, Selasa (26/2/2019).

Sara menegaskan pihaknya tak pernah memerintahkan timnya untuk melibatkan anak-anak dalam kampanye. Dia pun meminta semua pihak terkait untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik video yang beredar itu.

“BPN sudah pasti tidak mungkin ada arahan yang menyalahi aturan sedemikian gamblangnya,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra itu.

Baca juga: KPAI Bersama Polri Telusuri Video Siswa SD Nyanyi Lagu Prabowo-Sandi

Meski tak setuju anak-anak dilibatkan dalam kampanye, Sara menilai pentingnya pendidikan politik sejak dini. Namun tetap dalam batasan-batasan tertentu.

“Dijadikan alat tidak setuju, tetapi meningkatkan kesadaran tentang politik mereka seharusnya didukung. Saya merasa bahwa ya kita bisa duduk bersama tapi bukan soal terpapar atau tidaknya anak-anak terhadap politik, tapi harus lebih detail lagi. Misalnya kalau untuk anak-anak balita, terutama yang masih menyusui seharusnya tidak jadi masalah jika diajak orang tuanya saat kampanye karena tidak semua orang tua punya orang yang bisa jaga anaknya di rumah dan ini pun tidak friendly terhadap busui (ibu menyusui),” jelasnya.

“Kasihan busui yang tidak bisa hadir mendapatkan pendidikan politik hanya karena sedang menyusui. Apakah kita harus memaksakan mereka untuk memberikan susu lewat botol? Kan jangan juga. Kalau untuk anak-anak SD-SMA agar tidak dijadikan alat kampanye setuju, tetapi kesadaran politik mereka saya rasa tetap penting untuk ditingkatkan. Contohnya melalui Forum Anak di bawah KPPPA. Anak-anak seharusnya pun punya suara melalui musrembang. Agar suara mereka didengar itu pun kenapa ada Forum Anak,” lanjut keponakan dari Prabowo Subianto tersebut.

Berikut videonya: