Kriminal

Besok Persaudaraan Alumni 212 Akan Gelar Demo Terkait Puisi Sukmawati

Novel Bamukmin
Novel Bamukmin

Jurnalindonesia.co.id – Persaudaraan Alumni 212 berencana akan menggelar unjuk rasa pada Jumat 6 April 2018. Demonstrasi kali ini terkait polemik puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul ‘Ibu Indonesia’.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut Polri segera menangkap putri presiden pertama RI tersebut.

“Hari Jumat ba’da salat Jumat dari (Masjid) Istiqlal kami akan lakukan aksi,” kata Novel di Kantor Sekretariat Alumni 212, Condet, Jakarta Timur, Selasa (3/4/2018) malam.

Novel menganggap Sukmawati telah menistakan agama Islam lewat puisi yang dibacakan di acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya, di Indonesia Fashion Week 2018.

“Kami meminta Polri untuk segera menangkap Sukmawati karena laporan sudah masuk. Kami minta ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke penjara,” kata Novel.

Menurutnya, polisi tidak boleh tinggal diam dengan orang-orang yang telah menistakan agama Islam. Apalagi sudah banyak pihak yang secara resmi melaporkan Sukmawati ke polisi.

“Kalau dibiarkan ini akan berbahaya, akan menjadi Indonesia situasi yang tidak kondusif. Ini provokasi karena membenturkan adat dan syariat. Sebab syariat mengayomi adat yang tidak sesuai bisa diluruskan, ini yang menjadi permasalahan,” katanya.

Baca: Tolak Cabut Laporan, PA 212 Ingin Sukmawati Dihukum seperti Ahok

Novel pun menyayangkan Sukmawati yang tidak mewarisi paham yang dimiliki ayahnya, Bung Karno. Menurutnya, selain menistakan agama Islam, puisi Sukmawati itu juga bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Justru anaknya yang menistakan, bapaknya yang mendirikan dan merintis Pancasila 1 Juni 1945,” ujarnya.

Sementara itu menurut Dedy Suhardadi yang juga pengurus Persaudaraan Alumni 212, mengatakan, diperkirakan 10 ribu massa akan hadir dalam aksi unjuk rasa besok.

Titik awal kumpul massa, kata dia, di masjid Istiqlal. Setelah solat Jumat, massa akan melakukan long march menuju Bareskrim Polri.

“Aksi ini untuk men-support Bareskrim mengusut kasus penodaan agama. Siapapun pelakunya,” kata Dedy.

Diketahui, Sukmawati menjadi sorotan luas setelah puisinya yang berjudul ‘Ibu Indonesia’ karena menyinggung soal syariat Islam, cadar, hingga suara azan. Akibatnya, beberapa pihak melaporkan Sukmawati ke polisi.

Sukmawati sendiri telah meminta maaf atas puisinya itu karena sudah menimbulkan kontroversi di masyarakat dan dianggap melecehkan agama Islam.

“Saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia,” kata dia dalam konferensi pers di Warung Daun Cikini Rabu, 4 April 2018.

Sukmawati mengaku tidak ada niat sama sekali menghina umat Islam di Indonesia lewat puisi tersebut. Dia bahkan mengaku sebagai seorang muslimah dan merasa bersyukur serta bangga dengan ke-Islamannya.

Baca: Sukmawati Menangis Minta Maaf ke Umat Islam

Adapun Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Ma’ruf Amin sendiri sudah mengimbau agar Persaudaraan Alumni 212 tidak melakukan aksi demonstrasi.

“Kalau boleh saya berharap, karena beliau (Sukmawati) sudah datang minta maaf, apa salahnya kita beri maaf. Saya kira tidak ada salahnya. Saya hanya bisa berharap,” kata Ma’ruf di kantor MUI, Jakarta, Kamis 5 April 2018.

Bahkan, Ma’ruf berharap agar laporan yang telah didaftarkan oleh sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan penodan agama segera dicabut.

“Kalau bisa memaafkan dan tidak meneruskan. Kalau saya bisa berharap, itu yang saya harapkan,” ujarnya.

Namun nampaknya pihak Persaudaraan Alumni 212 bersikeras untuk tetap menggelar aksi demo tersebut. Aksi unjuk rasa damai ini, menurut Kepala Satuan Komando Alumni 212, Muhammad Rifqi, bertujuan untuk menyampaikan aspirasi kepada kepolisian bahwa hukum harus tetap jalan.