Daerah, Jawa Timur, Kriminal

Bawa KK, Bomber di Polrestabes Surabaya Ingin Dianggap Heroik

Kartu Keluarga (KK) milik pelaku pengeboman di Polrestabes Surabaya.
Kartu Keluarga (KK) milik pelaku pengeboman di Polrestabes Surabaya.

Jurnalindonesia.co.id – Polisi menemukan Kartu Keluarga (KK) dari pelaku pengeboman di Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5/2018) kemarin.

Diketahui, aksi bom bunuh diri ini dilakukan oleh satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan tiga orang anak.

Dalam KK yang kondisinya telah menguning dan sobek di beberapa bagiannya ini tercantum nama para pelaku yang beralamat di Ngagel Rejo, Surabaya.

Pelaku utama atau sang ayah di KK tersebut tertulis Tri Murtiono (50). Hal ini selaras dengan pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengatakan bahwa pelaku berinisial TM.

Sedangkan istrinya bernama Tri Ernawati (43).

Baca: Kapolri Ungkap Motif Serangan Bom Surabaya-Sidoarjo

Dalam aksi ini, pasutri tersebut mengajak ketiga anaknya. TM, TE dan dua anak laki-lakinya meninggal di lokasi. Sementara anak bungsu mereka, Ais, selamat lantaran tubuhnya terpental.

Dari KK tersebut diketahui semua pelaku lahir di Surabaya.

Polisi menegaskan, KK milik pelaku ditemukan di lokasi ledakan. KK tersebut disimpan pelaku di dalam tas.

“(KK) Bukan (Ditemukan di rumah), di tas yang di TKP,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada detikcom di Gedung Tribata Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Frans menjelaskan, yang ditemukan di lokasi ledakan adalah KK asli. Sementara yang ditemukan di rumah pelaku adalah foto copy dari KK tersebut.

“Di rumah kan ada juga, foto kopinya di rumah, yang asli dibawa pelaku,” ujarnya.

Baca juga: Istri Pentolan JAD yang Ditembak Densus 88 di Sidoarjo Pegawai Kemenag

Menurut Frans, pelaku sengaja membawa KK untuk menegaskan identitas mereka.

“Dia ingin menunjukkan sebenarnya bahwa ini lho nama-nama yang di sini (nama-nama pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, red),” kata Frans.

Tak hanya itu, lanjut Barung, pelaku juga ingin menunjukkan ke publik heroisme keluarga tersebut.

“Mereka mau menunjukkan ini satu keluarga heroik,” jelasnya.

Pihak kepolisian telah mencocokkan identitas para pelaku di KK tersebut dengan data kependudukan.

“Dari data sekunder, data yang sudah kami rilis sudah benar sudah fiks. Data kepolisian sudah sama dengan data di KTP,” ucapnya.

Loading...