Daerah, Kalimantan, Wisata

Tak Ada Tindakan Pengusiran di Pulau Bakungan, Hanya Dilarang Foto Tanpa Izin!

JURNALINDONESIA.CO.ID – Berita heboh yang beredar ditengah masyarakat tentang adanya tindakan pengusiran pihak pengelola terhadap empat wisatawan lokal saat berkunjung ke Pulau Bakungan ini dibantah oleh salah satu wisatawan tersebut. Salah satu dari empat wisatawan tersebut menerangkan, kejadian yang sempat membuat heboh itu bukanlah tindakan pengusiran oleh bule pengelola resort.

“Tidak ada pengusiran, tapi memang dilarang berfoto-foto di pulau Bakungan (Virgin Cocoa), karena wilayah itu dianggap privasi,” tuturnya saat diwawancara oleh salah satu media online Berau Post, Minggu (1/4).

Baca: Aksi Arogan Bule Usir Wisatawan Lokal di Pulau Bakungan, Baca Penjelasannya

Wisatawan lokal tersebut juga menjelaskan, kedatangannya bersama teman-temannya di pulau Bakungan itu bertujuan membuat sebuah vlog atau sebuah video dokumentasi.

“Apa yang beredar di media itu merupakan keresahan saya saja, karena kok bisa di negara sendiri kita tidak bisa leluasa,” ucapnya.

Syrafithul Syadiah selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau mengatakan tidak terlalu memahami kejadian yang menimpa wisatawan lokal di Pulau Bakungan.

Namun, apabila wisatawan lokal tersebut benar adanya diusir, ia menerangkan hal tersebut merupakan tindakan salah dan tidaklah etis.

“Cuma tindakan yang salah juga apabila mereka datang tanpa izin lalu berfoto-foto apalagi di daerah privasi,” ucapnya.

Syrafithul Syadiah juga turut menyoroti pernyataan Bupati Berau Muharram yang menyebut tidak ada benefit yang diberikan pihak pengelola terhadap Pemerintah Kabupaten Berau. Menurutnya, sebuah kegiatan usaha yang dilakukan di sebuah daerah harusnya memberikan kontribusi terhadap daerah tempat ia beroperasi.

“Hal ini juga harusnya diketahui apakah selama ini kontribusi pihak pengelola pulau itu ada atau tidak kepada Berau. Karena hal ini penting yang harus diketahui,” tutupnya.

Loading...