Ekonomi dan Bisnis

Anies Minta Sandiaga Tak Bicara soal Reklamasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Muhammad Fida/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbicara terkait reklamasi, khususnya soal penyegelan 932 bangunan di Pulau D pada Kamis (7/6) kemarin.

Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Sandiaga kepada awak media saat ditanya soal kelanjutan nasib para konsumen yang telah memesan unit di Pulau D pasca-penyegelan.

Mantan ketua Kadin DKI Jakarta itu menyerahkan sepenuhnya persoalan reklamasi kepada Anies. Akibat larangan tersebut, Sandi enggan memberi komentar apapun soal reklamasi.

“Nanti semua statement reklamasi akan diarahkan untuk dijawab oleh Bapak Gubernur. Ini permintaan khusus dari beliau,” kata Sandi di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).

“Saya serahkan semuanya kepada Bapak Gubernur yang kemarin memimpin sendiri,” lanjut Sandi.

Diketahui, Anies bersama tiga ratus petugas Satpol PP telah menyegel 932 bangunan di Pulau D, Kamis (7/6). Mantan Mendikbud itu beralasan semua bangunan yang didirikan PT Kapuk Naga Indah itu tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Anies menegaskan Pemprov DKI Jakarta tak akan mengurusi soal kerugian konsumen Pulau D yang terlanjur membeli unit di sana.

Menurutnya Pemprov DKI hanya bertindak selaku saksi, bukan pihak terlibat. Dengan demikian permasalahan itu harus diselesaikan antara pembeli dengan penjual saja.

“Lain kali kalau mau bertransaksi antara pihak pertama dengan pihak kedua pastikan yang dijualnya adalah barang dengan legalitas. Pembelinya pun memastikan barang yang memiliki dasar hukum yang kuat. Dua-duanya adalah pihak yang sudah dewasa, menjalankan ini secara sadar,” kata saat diwawancara CNNIndonesia TV, Kamis (7/6).

CNN INDONESIA