Daerah, DKI Jakarta

Anies Akan Coret Program 8 Rusun yang Dirancang Ahok Senilai Rp1,3 T

Rusunawa Komarudin, Cakung, Jakarta
Ilustrasi: seorang anak mengayuh sepeda melintas di area rumah susun sewa sederhana (rusunawa) Komarudin, Cakung, Jakarta, Selasa (7/6/2016). (Foto: Antara/Risky Andrianto)

Jurnalindonesia.co.id – Program pembangunan delapan rumah susun (rusun) pada anggaran penerimaan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2018 akan dihapuskan.

Pembangunan delapan rusun senilai Rp1,3 triliun (tepatnya Rp1.341.226.299.262) itu dirancang oleh Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan sempat dianggarkan pada APBD 2018.

Dalam dokumen Perubahan RKPD (rancangan kerja pembangunan daerah) Tahun Anggaran 2018 tertulis alasan pencoretan program tersebut, yakni, “Waktu pelaksanaan pekerjaan tidak mencukupi hingga akhir tahun 2018.”

Ada dua kelompok program yang dicoret Anies, yaitu pembangunan rusun single year dan multiyears.

Dalam kategori single year, Anies mencoret anggaran pembangunan Rusun Nagrak di Jakarta Utara. Ada empat belas menara berisi 3.570 unit di rusun tersebut. Nilai total anggaran pembangunan rusun tersebut mencapai Rp359,6 miliar.

Baca juga: Cara Sandi Berkelit dari ‘Kejaran’ Wartawan Soal Program Rumah DP Rp 0

Selanjutnya ada Rusun Rorotan di Jakarta Utara senilai Rp111 miliar dan Rusun Cakung di Jakarta Timur senilai Rp94 miliar. Kedua rusun ini sama-sama memiliki empat menara dengan kapasitas 1.020 unit.

Kemudian ada Rusun Pori Pesing di Jakarta Barat sebilai Rp40 miliar dan Rusun Pulo Gebang di Jakarta Timur dengan nilai Rp24 miliar. Keduanya sama-sama memiliki satu menara dengan kapasitas 255 unit.

Sedangkan untuk multiyears, Anies mencoret tiga rusun. Pertama adalah Rusun Ujung Menteng di Jakarta Timur. Nilai anggaran Rp361 miliar untuk pembangunan empat menara berkapasitas 1.020 unit.

Kedua ada Rusun PIK Pulo Gadung di Jakarta Utara. Tadinya dianggarkan Rp188.279.735.538 untuk membangun dua menara berisi 510 unit.

Terakhir ada Rusun Karang Anyar di Jakarta Pusat yang memiliki 421 unit di dua menara. Anggaran yang dicoret mencapai Rp162,9 miliar.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan, ada beberapa program yang akan dicoret di APBD-P 2018, termasuk pembangunan rusun.

Alasannya, Pemprov DKI merasa tak mampu menyelesaikan program yang telah mereka anggarkan sendiri akhir tahun lalu.

Sandi menargetkan pihaknya akan menghemat anggaran hingga 24 persen atau sekitar Rp17,1 triliun. Dan akan digunakan untuk program lainnya.

“Sangat mungkin [dialihkan] juga untuk subsidi pangan. Sangat mungkin juga ke KJP. Entar kita lihat nanti bagaimana penyerapannya,” kata Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/6).

Baca juga: Proyek Rumah DP Rp 0 Dianggap Terancam Mangkrak, Ini Alasannya