Daerah, DKI Jakarta

Anggota DPRD DKI: OK OCE Cuma Program Lip Service

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dan mug OK OCE.
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dan mug OK OCE.

Jurnalindonesia.co.id – Anggota DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyebut program One Kecamatan One Centre for Enterpreunership (OK OCE) yang dicetuskan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sejak kampanye mereka di Pilgub 2017 lalu akan berhenti di tataran lip service.

“Saya katakan ke media, program OK OCE ialah program lip service. Program itu katanya untuk mewujudkan cita-cita kampanye Anies-Sandi menciptakan 200 ribu entreperneurship baru di Jakarta. Namun, ternyata isi dari program tersebut setelah dibedah tidak terkait secara langsung kepada masyarakat,” kata Bestari, Minggu (9/9/2018).

Program itu, lanjut Bestari, sebatas janji-janji kampanye yang tidak bakal dibarengi dengan tindakan nyata.

Dalam sebuah kesempatan di masa reses, ia mengaku sempat ditanyai masyarakat perihal program OK OCE tersebut. Masyarakat bertanya mengapa program itu hanya mendidik warga dalam berwiraswasta dan tidak memberi mereka modal usaha.

“Masyarakat ada yang bertanya, ‘Kenapa kami hanya dididik bagaimana cara bikin kue. Kami ini sudah 20 tahun bikin kue, yang kami butuhkan sekarang ialah akses untuk permodalan.’ Ini sungguh lucu,” ujar Bestari.

Baca: Komisi B DPRD DKI Sebut Pelatihan OK OCE Cuma Cuap-cuap

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengaku setuju apabila ada alokasi dana sebesar Rp5 miliar per kecamatan untuk permodalan mereka.

“Kami setuju untuk alokasikan dana Rp5 miliar per kecamatan. Jangan dididik dan dilatih terus, itu memakan waktu. Saya berusaha akan mencoret program tersebut,” tegasnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta kembali mangajukan anggaran untuk pembiayaan program pendampingan dan pelatihan OK OCE pada Rancangan APBD Perubahan 2018.

Dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018 pada Jumat (7/9) lalu di Gedung DPRD DKI Jakarta, Badan Anggaran DPRD sempat mempertanyakan efektivitas pelatihan dan pendampingan kewirausahaan OK OCE tersebut.

Baca: Sesumbar OK OCE Soal “Pergub Sakti” yang Mudahkan Usaha dan Mundurnya Para Peserta karena Kendala Perizinan

Pasalnya, di APBD 2018, program OK OCE dianggarkan Rp82 miliar. Anggaran itu digunakan untuk gaji pendamping dan pembukaan tempat kumpul kreatif di enam wilayah administratif DKI Jakarta.

Anggota Banggar DPRD DKI Jakarta William Yani menanyakan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk merekrut empat pendamping kewirausahaan per kecamatan di 44 kecamatan di DKI Jakarta.

Kepala Dinas KUKMP Irwandi menjawab sejak anggaran dikucurkan Januari ini, sudah digunakan Rp1,5 miliar untuk honor para pelatih.

MEDIA INDONESIA