Politik, Uncategorized

Andi Arief Sebut Kader PDIP di Balik Perusakan Bendera Demokrat

Jurnalindonesia.co.id – Atribut kampanye Partai Demokrat di Riau, Pekanbaru dirusak oleh orang tak dikenal pada Sabtu (15/12). Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief dalam cicitan di akun Twitter-nya menyebut pelaku perusakan disuruh oleh pengurus PDI Perjuangan (PDIP).

“Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh pengurus PDIP. Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dengan kasus lain,” cuit Andi.

Baca Juga: Bendera Demokrat Dirusak, SBY: Saya Bukan Kompetitor Jokowi

Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh Pengurus PDIP. Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dg kasus lain.

813 people are talking about this

Andi melanjutkan, dari pengakuan orang yang ditangkap polisi, jumlah pelaku perusakan atribut partai Demokrat sekitar 35 orang. Mereka dibagi ke dalam lima kelompok, satu regu terdiri dari tujuh orang.

“Mereka dibayar 150 ribu per orang. Yang menyedihkan, pemberi order dari partai berkuasa,” tulisnya.

Kendati demikian, Andi mengaku pihaknya tidak ingin gegabah untuk langsung memercayai informasi dari terduga pelaku itu. Dia pun meminta polisi mengusut tuntas peristiwa yang membuat ketum-nya tersebut sedih dan kecewa.

“Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dengan kasus lain,” kata Andi.

“Partai Demokrat tak akan meladeni provokasi murahan dengan merusak atribut. Kami yakin polisi akan profesional dalam menangani, adil itu diungkap sampai jelas,” imbuhnya.

Andi kemudian menyinggung pemasangan atribut parpol pada zaman Orde Baru. Dia mengatakan, di masa kepemimpinan Soeharto, atribut parpol, seperti PDIP dan PPP, selalu diberi ruang.

“Zaman Orde Baru, atribut PPP dan PDI tetap diberi kesempatan tampil. Tidak dirusak massal. Cara Orde Baru atau Golkar waktu itu membuat atribut di tempat yang sama dengan lebih besar dan menutupi atribut PPP dan PDI. Itu cara orang politik. Bukan dengan merusak,” tutur Andi Arief.

Baca Juga: Namanya Dikaitkan dengan Perusakan Bendera Demokrat, Ini Respon Jokowi

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan adanya aksi perobekan dan pembuangan bendera partainya di Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12). Hal ini dia sampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus DPC PD se-Provinsi Riau, Sabtu pagi.

Menurut dia, perobekan dan pembuangan itu bertepatan juga dengan kedatangan Presiden Joko Widodo di Pekanbaru.

“Untuk kepentingan rakyat Indonesia yang kita cinta, saya minta turunkan bendera PD, baliho saya di Pekanbaru, daripada dirobek dan dibuang ke parit,” kata SBY dalam keterangan resmi PD, Sabtu (15/12). SBY berharap, PD bisa menang pemilu dengan cara-cara yang terhormat dan bermartabat.

Pihak kepolisian telah mengamankan pemuda bernama Heryd Swanto (22), terduga pelaku perusakan baliho selamat datang SBY, spanduk, hingga bendera Partai Demokrat (PD), di Pekanbaru, Riau. Heryd hingga kini masih diperiksa secara intensif terkait motifnya.