Politik, Uncategorized

Amien Rais Janji Santuni Pendidikan 6 Anak Dufi Selama 5 Tahun

Jurnalindonesia.co.id – Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais menyampaikan duka citanya kepada keluarga Abdullah Fithri Setiawan atau Dufi.

Amien Rais yang datang ke rumah duka di Blok AB3 nomor 2, Kluster Catalina, Kelurahan Medang, Pagedangan Kabupaten Tangerang itu, menjanjikan beasiswa atau tanggungan pendidikan untuk keenam anak korban.

Di hadapan keluarga besar almarhum, Mantan Ketua MPR itu mengaku kaget dan prihatin ketika mengetahuinya dari pemberitaan. Terlebih keenam anak almarhum masih duduk dibangku sekolah, sehingga membutuhkan perhatian lebih.

“Saya begitu mendengar berita soal ini, merasa ikut sangat prihatin ya. Anaknya enam, yang sulung baru kelas 3 SMA, yang kecil masih kelas 1 SD. Tersentuh rasa kemanusiaan, rasa keagamaan, rasa keimanan, sehingga saya buru-buru datang dari Jakarta datang ke sini,” kata Amien Rais.

Baca Juga: Pria yang Ditemukan Tewas di Dalam Drum Ternyata Mantan Wartawan

Dalam kesempatan itu, Amien menyampaikan kepada pihak keluarga, akan membantu biaya pendidikan 6 orang anak Dufi, melalui yayasan miliknya.

“Saya telah meminta yayasan saya, Yayasan Budhi Mulya 2, untuk memberikan santunan selama lima tahun. Yayasan Budhi Mulya 2 itu bergerak di bidang pendidikan saja, tidak di bidang lain,” kata Amien.

Dalam satu bulan, yayasan milik Amien Rais itu akan menyumbangkan uang sebesar Rp 12 Juta sebagai bantuan pendidikan untuk ke enam anaknya. Dufi sendiri, diketahui meninggalkan 3 orang anak perempuan dan 3 anak laki-laki serta seorang istri.

“Jadi per bulan Rp 12 juta, sampai lima tahun mendatang. Tentu tidak cukup, mudah-mudahan yang lain tersentuh juga, agar almarhum di alam barzah tenang,” ucap Amien Rais.

Dufi diketahui, sebagai freelance sales marketing di TV Muhammadiyah (tvMu) dan TVRI.

Baca Juga: Klarifikasi Lengkap tvMu Terkait Profesi Dufi, Pria yang Tewas dalam Drum

Amin Rais juga menaruh perhatian terhadap pengusutan kasus pembunuhan Dufi, yang mayatnya ditemukan di dalam drum.

“Saya minta aparat kepolisian segera mengungkap sampai tuntas kasus ini. Apakah pelaku sendirian atau apa,” ucap Amien Rais.

“Jika pelaku yang ditangkap hanyalah pesuruh, saya berharap aparat kepolisian bisa menangkap aktor intelektualnya,” sambungnya.

Diketahui, jenazah Abdullah Fithri Setiawan atau Dufi dalam drum plastik ditemukan pemulung saat mencari sampah di kawasan industri Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/11). Dua hari melakukan penyelidikan, polisi meringkus pelaku pembunuhan Dufi, yakni M Nurhadi (35).

Pelaku ditangkap tim Subdirektorat Resmob Direktoat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang dipimpin Kompol Handik Zusen dan AKP Rovan Richard Mahenu, di dekat tempat cuci motor ‘Omen’ di wilayah Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (20/11), pukul 14.30 WIB.