Nasional

Alumni 212 Pecah dan Saling Klaim, dari Persaudaraan Alumni hingga Garda 212

Konferensi pers Presidium Alumni 212 di Jl. Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2018). (Foto: Kanavino/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Para aktivis yang melabelkan dirinya ‘Alumni 212’ nampaknya mengalami perpecahan. Setelah ada pengumuman pergantian nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212, kini muncul bantahan terkait perubahan nama tersebut.

Diketahui, Presidium Alumni 212 mengumumkan pergantian nama menjadi Persaudaraan Alumni 212, Sabtu (27/1/2018). Pergantian nama tersebut diputuskan lewat Musyawarah Nasional yang digelar di Bogor, 25-27 Januari 2018 lalu.

“Salah satu pertimbangan pergantian nama itu agar menjadi lebih egaliter, terbuka dan demokratis,” kata Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma’arif, dalam konferensi pers di Aula Masjid Al-Ittihad, Perumahan Tebet Mas, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1).

Selain berganti nama, Mereka juga membentuk kepengurusan yang baru. Sejumlah nama tokoh masuk kepengurusan, seperti Rizieq Shihab sebagai Dewan Pembina Tunggal, Amien Rais sebagai Ketua Penasihat.

persaudaraan 212

Konferensi pers hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke I Ulama, Tokoh dan Aktivis 212 di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1). (Foto: Merdeka)

Namun secara mengejutkan, muncul bantahan terkait pergantian nama itu.

Bantahan datang dari Ustaz Hasri Harahap dkk. Ustaz Hasri membantah adanya pergantian nama menjadi Persaudaraan Alumni 212.

“Presidium Alumni 212 tidak pernah memutuskan adanya perubahan nama serta telah menetapkan Habib Umar al-Hamid sebagai Ketua dan Ustad H Hasri Harahap sebagai Sekjen dan Aminuddin sebagai juru bicara untuk terus menjalankan amanah perjuangan gerakan Bela Islam secara istiqomah, berakhlak, dan bermartabat,” demikian pernyataan Presidium 212 yang dibacakan Aminuddin di Sekretariat PA212, Jl Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2018).

Ustaz Hasri pun menegaskan bahwa pihaknya tidak mengakui pergantian nama tersebut.

Berikut pernyataan Presidium Alumni 212 kubu Ustaz Hasri selengkapnya:

Pernyataan Sikap Presidium Alumni 212

Jakarta 29 Januari 2018

Bismillahirrahmanirrahim

Menindaklanjuti hasil rapat Pendiri Presidium Alumni 212 pada tanggal 22 Januari di Jakarta. Serta diikuti oleh rapat evaluasi PA212 tanggal 28 Januari, secara tegas menyampaikan lima poin keputusan bersama sebagai berikut:

1. Presidium Alumni 212 (PA212) tidak pernah memutuskan adanya perubahan nama serta telah menetapkan Habib Umar Al Hamid sebagai Ketua PA212 dan Ustad H. Hasri Harahap sebagai Sekjend dan Aminuddin sebagai juru bicara untuk terus menjalankan amanah perjuangan gerakan Bela Islam secara istiqomah, berakhlak dan bermartabat.

2. Mencetuskan Musyawarah Visioner lintas tokoh, ulama dan habaib di Mekkah guna melahirkan “Deklarasi Mekkah” sebagai rujukan bersama dalam memperjuangkan gerakan Islam visioner, konstruktif dan rahmatan lil alamin. (Terkait teknis pelaksaan musyawarah Mekkah, PA212 telah menyiapkan surat kepada Imam Besar Habib Rizieq untuk segera disampaikan)

3. PA212 sangat menyayangkan adanya pernyataan sepihak tentang isu kedatangan/pemulangan Habib Rizieq pada tanggal 21 Februari. Modus opini penyesatan tersebut dikhawatirkan bertujuan menciptakan kegaduhan dan berpotensi menimbulkan kebohongan publik. (Mengingat, sampai sejauh ini PA212 dan Imam Besar Habib Rizieq belum berbicara secara khusus tentang rencana pemulangannya ke Indonesia).

4. Dalam rangka menyelamatkan dan menjaga marwah Ulama dan Umat Islam Indonesia, serta komitmen menyatukan aspirasi dan potensi pergerakan dalam spirit gerakan Bela Islam, maka PA212 mengajak semua elemen umat dan bangsa agar terus memperluas silaturahim dan ukhwuah Islamiyah.

5. Menghimpun dan mensinergikan potensi seluruh institusi, ulama, habaib dan tokoh dan atau pelaku 212 guna menuntaskan masalah keumatan dan kebangsaan pada deklarasi makkah mendatang.

Demikian pernyataan bersama ini kami sampaikan. Adapun terkait dengan langkah-langkah penguatan internal organiasasi akan dikonsultasikan dengan para ulama, tokoh masyarakat dan habaib atas bimbingan serta arahan Habib Rizieq.

Ketua Presidium Alumni 212
Habib Umar Al Hamid

Sekjend 
Ustad Hasri Harahap

Tembusan:
Ketua Pembina
Habib Rizieq Syihab

Surat pernyataan Presidium Alumni 212.

Surat pernyataan Presidium Alumni 212. (Foto: Kanavino/detikcom)

Selain tak mengakui Persaudaraan Alumni 212, dalam pernyataan tersebut juga membantah mengenai rencana kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.

Keputusan ini disebut sebagai tindak lanjut hasil rapat Pendiri Presidium Alumni 212 pada tanggal 22 Januari di Jakarta dan rapat evaluasi Presidium Alumni 212 tanggal 28 Januari.

Bantahan Persaudaraan Alumni 212

Menanggapi klaim dari Presidium Alumni 212 kubu Ustaz Hasri Harahap ini, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan Habib Umar Al Hamid dan Ustaz Hasri Harahap hadir di acara musyawarah nasional di Bogor, 25-27 Januari 2018 lalu yang mana menghasilkan keputusan salah satunya pergantian nama dari Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212.

“Habib Umar Al Hamid, Aminudin, dan Ustaz Hasri hadir di Munas kemarin,” kata Slamet lewat pesan singkat kepada detikcom, Senin (29/1/2018).

Tidak ada komentar dari Slamet terkait klaim Ustaz Hasri Harahap. Slamet hanya menunjukkan kopi 2 buah Surat Keputusan (SK).

Surat keputusan pergantian nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212.

Surat keputusan pergantian nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212. (Foto: Dok. Istimewa)

SK pertama yang bernomor 004/MUNAS212/I/2018 itu berisi soal Pergantian Nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212.

“Mengganti nama Presidium Alumni 212 yang disingkat PA 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212 yang disingkat PA 212,” demikian bunyi keputusan tersebut.

Sedangkan di SK kedua yang bernomor 005/MUNAS212/I/2018 berisi tentang Personalia Persaudaraan Alumni 212. Ada tiga hal yang diputuskan terkait susunan Pimpinan DPP Persaudaraan Alumni 212.

Keputusan tersebut berbunyi:

1. Saudara Dr. Muhammad Rizieq Sihab Lc, MA.DPMMS menjadi Dewan Pembina Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212.

2. Saudara Prof. Dr. HM Amien Rais, MA sebagai Ketua Dewan Penasehat Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 (Susunan Dewan Penasehat Terlampir).

3. Saudara Slamet Ma’arif, S.Ag, MM sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 dan selanjutnya menyusun susunan kepengurusan bersama tim formatur (Terlampir).

Kedua SK tersebut ditandatangani di Bogor (26/1/2018), oleh pimpinan sidang di antaranya Amien Rais selaku ketua dan KH Misbahul Anam selaku sekretaris. Dan selaku anggota ialah Ustaz Asep Syaripudin, Eggi Sudjana, Muhammad Al Kaththath, dan Nurdiati Akma.

Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Eggi Sudjana, sebelumnya juga sempat menegaskan bahwa hanya pihaknya yang mendapat restu Rizieq Shihab.

“Yang mendapat rekomendasi, atau izin, atau amanat dari Habib Rizieq, hanya Persaudaraan Alumni 212,” kata Eggi di Jakarta Selatan, Sabtu (27/1) lalu.

Dengan demikian, saat ini sudah tidak ada lagi Presidium Alumni 212. Jika masih ada yang memakai nama itu, mereka ilegal.

“Satu hal ingin saya katakan, kalau ada yg mengatasnamakan Presidium Alumni 212, itu ilegal. Seluruh pengikut yang lain ilegal. Kami tidak bertanggung jawab atas segala aktivitasnya,” kata kata Kuasa Hukum Persaudaraan Alumni 212, Kapitra Ampera.

Penggantian nama itu dilakukan lantaran Persaudaraan Alumni 212 melihat banyaknya kelompok yang mengatasnamakan alumni 212 untuk kepentingan masing-masing.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mempersilakan jika masih ada kelompok yang memakai nama Alumni 212. Namun ia tak mau bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Garda 212

Sebelumnya, persaudaraan Alumni 212 juga mengatakan bahwa pihaknya tidak terkait sama sekali dengan Garda 212.

Garda 212 adalah ormas bentukan Ustaz Ansufri Idrus Sambo dkk yang tujuannya sebagai fasilitator para aktivis 212 yang ingin terjun ke dunia politik.

Ustaz Ansufri Sambo sendiri adalah mantan Ketua Presidium Alumni 212.

Ustaz Sambo dalam jumpa pers peresmian Garda 212.

Ustaz Sambo dalam jumpa pers peresmian Garda 212. (Foto: Bil Wahid/detikcom)

Garda 212 mengaku memiliki kedekatan dengan 4 partai politik, yakni Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Garda 212 membuka pendaftaran bagi alumni dan simpatisan 212 yang ingin menjadi caleg di empat partai tersebut.

“Insyaallah sebagian kami punya jaringan yang kuat, ikatan yang kuat dengan para petinggi-petinggi partai yang selama ini mendukung aksi 212, seperti PKS, Gerindra, PAN, dan juga nanti adalah Partai Bulan Bintang,” kata Ustaz Sambo dalam konferensi pers peresmian Garda 212 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018).

Menanggapi pernyataan tersebut, kuasa hukum Persaudaraan Alumni 212, Kapitra Ampera, menilai pembentukan Garda 212 oleh ustaz Sambo bersifat pribadi, tanpa ada koordinasi dari Persaudaraan Alumni 212.

“Itu bagian dari hak asasi, tapi tidak punya struktur di PA 212,” ujar Kapitra, Minggu (28/01/2018).

Kapitra pun mengingatkan, kemunculan Garda 212 yang bermuatan politis berpotensi memecah anggota alumni 212.

Penegasan serupa juga diungkapkan tokoh ormas Front Pembela Islam (FPI) yang juga menjabat Humas Presidium Alumni 212, Novel Bamukmin.

“Tidak ada (hubungan). Saya tekankan tidak ada sama sekali hubungan dengan Presidium Alumni 212. Walaupun sebelumnya, pendeklarator (ustaz Sambo) atau ketua ada di presidum, sekarang tidak ada hubungan dengan alumni 212,” ucap Novel Bamukmin kepada detikcom, Sabtu (13/1/2018) malam.

Bahkan Novel terang-terangan tidak mendukung Garda 212 yang dideklarasikan Idrus Sambo. “Saya tidak mendukung dengan apa yang dilakukan (ustaz Sambo),” tegas Novel.

Selain Garda 212, ada juga nama Koperasi Syariah 212.

Koperasi yang didirikan sejak 24 Januari 2017 itu mengklaim dibangun atas dasar upaya dalam membangun ekonomi umat.

Koperasi dengan tagline ‘dari umat untuk umat’ itu resmi berdiri berdasar pada Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 003136/BH/M.KUKM.2/I/2017 dan Akta No.02 tanggal 10 Januari 2017, yang dibuat dan disampaikan oleh Notaris SURJADI, SH., MKn., MM serta diterima pada 19 Januari 2017.

Koperasi itu pun dianggap bukan bagian dari Presidium Alumni 212, atau Persaudaraan Alumni 212 ataupun Garda 212.