Kriminal

Alfian Tanjung Divonis 2 Tahun Penjara Kasus Ujaran Kebencian

Mantan dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA), Alfian Tanjung.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, menyatakan ceramah ustaz Alfian Tanjung di Masjid Mujahidin Tanjung Perak, Surabaya, terbukti mengandung unsur ujaran kebencian (hate speech). Atas dasar itu, Majelis Hakim menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) itu.

“Dengan ini menyatakan, mengadili, menghukum terdakwa Alfian Tanjung dengan pidana hukuman penjara selama 2 tahun,” demikian Ketua Majelis Hakim PN Surabaya membacakan vonis di ruang cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Dedi Fardiman, Rabu (13/12).

Perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis.

Materi ceramah Alfian Tanjung dianggap menyinggung PKI, pemerintahan Presiden Joko Widodo serta mengandung unsur ujaran kebencian dengan menghina mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Kasus tersebut bermula dari laporan warga bernama Sujadmiko berdasarkan bukti video ceramah ustaz Alfian di media sosial di Youtube yang diunggah pada 26 februari 2017. Setelah menonton video tersebut, Sujadmiko melaporkannya ke kepolisian.

Sidang Alfian Tanjung. (Foto: Merdeka.com/Bruriy)

Begini Kemarahan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Diolok Netizen Soal Alexis dan PKI

Hakim ketua kemudian menanyakan langkah dilakukan Alfian Tanjung terkait vonis ini. Setelah berkonsultasi dengan tim penasihat hukum, terdakwa menyatakan banding.

“Saya banding,” kata Alfian Tanjung menjawab pertanyaan Ketua Hakim Dedi Fardiman.

Secara terpisah, Kajari Tanjung Perak, Rachmat Supriyadi selaku salah satu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyidangkan perkara ini belum bersikap. “Kami pikir-pikir,” ujar Rachmat Supriyadi.