Kriminal

Alasan Berdakwah, Rizieq Mangkir dari Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Hari Ini

Pimpnan FPI Muhammad Rizieq Shihab
Pimpinan tertinggi FPI sekaligus Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Muhammad Rizieq Shihab. (Foto: istimewa)

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dipastikan tidak hadir memenuhi undangan Polda Metro Jaya terkait kasus “chat” WhatsApp berkonten pornografi. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sebelumnya menjadwalkan Rizieq untuk diperiksa bersama beberapa saksi lainnya pada Selasa (25/4/2017) ini.

“Beliau (Rizieq) kemungkinan belum bisa hadir, ada urusan yang tidak bisa ditinggal. Kami sudah koordinasi dengan pihak Polda kalau beliau belum bisa hadir hari ini,” ujar Ketua Bantuan Hukum FPI, Sugito Atmo Pawiro.

Menurutnya, Rizieq tidak bisa hadir karena harus memimpin ceramah. Sugito juga menyampaikan, acara ceramah tersebut sudah lama dijadwalkan dan tidak bisa ditinggalkan.

“Habib Rizieq itu banyak kegiatan ceramah, banyak agenda dakwah, jadi kalau yang sudah konfim beliau biasanya minta maaf karena tidak bisa hadir di acara itu. Tapi, ini acaranya penting dan sudah lama (dijadwalkan),” kata Sugito.

Meski demikian, saat ditanya lebih lanjut apakah ceramah tersebut di Jakarta atau di luar daerah, Sugito tidak bisa memastikan.

“Oh saya nggak tahu persis. Cuma nanti saya cek dulu,” kata dia.

Sugito menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya agar bisa menjadwalkan ulang untuk pemeriksaan terhadap kliennya.

“Untuk pemeriksaan saya sudah koordinasi dengan Polda untuk dijadwalkan ulang,” kata Sugito.

Selain Rizieq, pimpinan FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas dan perempuan bernama Emma yang tadinya akan diperiksa hari ini disebut Sugito juga tidak jadi hadir.

Baca: Hari ini Rizieq Kembali Dipanggil Terkait Kasus Chat Seks

Catatan: ada kesalahan penulisan bulan dalam video di atas, mestinya 11 April 2017.

Selain mereka bertiga, ada satu orang lagi yang dijadwalkan untuk diperiksa perihal kasus ini, yaitu tersangka kasus dugaan makar, Firza Husein.

Kasus ini bermula dari percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza. Adapun Muchsin ikut dipanggil karena disebut sempat disuruh untuk membuang ponsel Rizieq.

Sedangkan Emma merupakan istri dari seorang tokoh keagamaan dan pernah menjadi pimpinan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas). Mereka semua masih berstatus sebagai saksi dalam kasus ini.

Kasus chat berkonten pornografi telah masuk pada tahap penyidikan, namun belum ada tersangka yang ditetapkan pihak kepolisian.

 

Loading...